Ketua TP PKK Provinsi Kepri Noorliza Nurdin Basirun dan Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi foto bersama usai meresmikan ruang laktasi di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Kamis (1/2) sekitar pukul 10.00 kemarin. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Pelayanan publik di Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Bintan ditingkatkan. Tidak hanya disediakan ruang tunggu penumpang, sekarang tersedia ruang laktasi untuk ibu menyusui.

Kamis (1/2) sekitar pukul 10.00 kemarin, ruang laktasi pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban diresmikan langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Kepri Noorliza Nurdin Basirun dan Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi.

Ruang laktasi yang diresmikan itu memiliki beberapa fasilitas seperti kamar mandi di dalam, kemudian sofa ibu menyusui, kasur bayi, kantong ASI dan kulkas untuk menyimpan ASI yang dimasukkan dalam kantong tetap steril dan tempat popok bayi. Tak hanya itu, juga tersedia fasilitas bermain anak-anak.

Salah seorang masyarakat Tanjunguban, Murti mengatakan sudah seharusnya pemerintah maupun pihak swasta menyediakan ruang laktasi di ruang publik. Sehingga ibu menyusui bisa memberi ASI eksklusif kepada si buah hati.

Selain itu, menurut dia, ruang laktasi juga harus layak agar ibu menyusui nyaman dan leluasa dalam memberikan ASI. Mengenai fasilitas ruang laktasi di pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban menurutnya, sudah layak, karena didukung beragam fasilitas.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi mengatakan, fasilitas ini dibangun guna menjamin agar ibu dan bayi selalu mendapat tempat yang layak sehingga bayi bisa mendapatkan ASI yang ekslusif.

“Kita juga terus mendorong agar para ibu-ibu di Kabupaten Bintan dapat memberikan ASI kepada bayinya secara eksklusif. Karena pentingnya ASI eksklusif bagi bayi hingga minimal 6 bulan agar daya tahan tubuh bayi lebih kuat dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Kepri, Noorliza Nurdin Basirun mendukung adanya ruang laktasi di setiap ruang – ruang pablik, sehingga dengan adanya ruang laktasi memudahkan ibu dalam memberikan ASI kepada anaknya.

Dalam kesempatan itu, dibeberkan data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Tahun 2017 bahwa hingga akhir tahun 2016 di Provinsi Kepri terdapat 42.755 jumlah bayi berusia 0 tahun, 130.082 jumlah batita berusia 0 hingga 2 tahun, 176.341 anak balita berusia 1 hingga 4 tahun dan 219.096 anak balita berusia 0 hingga 4 tahun. (met) 

Respon Anda?

komentar