Iklan
Khasya bersama Ade petugas CCTV Dinas Kominfo Batam saat memantau situasi sebagian wilayah Batam yang sudah terpasang CCTV di kantor Kominfo Batam, kamis (1/2). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

Daerah-daerah rawan kriminal dan juga padat lalu lintas di 20 lokasi, 24 jam terpantau CCTV dan dikontrol langsung Lantai 8 Pemko Batam. Ketika ada ada sesuatu yang perlu penanganan,operator langsung menginformasikan ke call center Batam 112.

Iklan

Hasya Fayiatha sibuk menggerakkan tetikus komputer pantau 24 inci di depannya, Kamis (1/2). Kadang ke kiri, kadang ke kanan. Ia lakukan penuh teliti. Telunjuknya pun seolah tak mau diam, berkali-kali roda gulir mouse diputar.

Sembari tetikus digerakkan, mata operator CCTv Dinas Kominfo Batam ini mawas. Seolah tak sedikitpun sorotan kamera pengintai lepas dari pantauannya. Hari itu kebetulan, ada aktivitas unjuk rasa buruh di depan Kantor Wali Kota Batam.

Pergerakan tetikus yang dikendalikan Hasya mempengaruhi gerakan kamera jenis PTZ Dome yang terpasang di sekitar ruas jalan Engkuputri Batam. Dalam arti kemana tangan Hasya mengarahkan tetikus, begitupula kamera bergerak dan memantau arah tertentu.

“Mouse (tetikus, red) ini digerakkan ke arah tertentu. Kalau ada yang mencurigakan, langsung di zoom,” terang alumni Universita Internasional Batam ini. Beberapa kamera pengintai milik Kominfo Batam memang jenis PTZ yakni kamera yang bisa bergerak ke kanan kiri (pan), naik turun (tilt) dan melakukan fungsi zoom.

Rekan Hasya, Ade Kurniawan tak kalah sibuk dengan komputernya. Dua rekan sejawat yang berkacamata itu berlomba memeriksa tangkapan video dari kamera yang ditampilkan di ruang CCTv yang berlokasi di Lantai 7 Kantor Wali Kota Batam ini. Selain komputer pantau, mereka berdua harus fokus mengamati display monitor dari empat unit layar (masing-masing layar 49 inch) tepat di dinding depan mereka. Layar ini menampilkan tangkapan 36 kamera se Batam.

Sesekali Ade, melihat kembali hasil rekaman yang terjadi beberapa menit dari waktu kamera tersebut online. Hal ini ia lakukan, untuk memastikan tak ada hal yang mencurigakan yang terlewatkan.

“Selain video yang sedang berlangsung, kita bisa juga lihat kembali video tangkapan waktu sebelumnya,” ucap dia.

Menurut Ade, tak hanya tangkapan beberapa menit yang berlalu, kemampuan kamera Kominfo Batam dapat memutar kembali tangkapan video 30 hari sebelumnya. Lebih dari waktu itu, memang tidak lagi bisa diputar.

“Makanya kalau ada yang penting, kami biasanya simpan videonya di media khusus,”katanya. Dengan langkah ini, dipastikan semua aktivitas sedikit tidaknya dapat dipakai sewaktu-waktu diperlukan.

Soal waktu pantau, operator CCTv Kominfo bekerja selama 24 jam secara bergantian sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Ada yang masuk pagi, sore dan malam atau dibagi tiga shift. Jumlah operator ada delapan orang.

Tak sebatas pantau dan selesai. Beberapa peristiwa besar baik kriminal maupun bencana akan dilaporkan langsung ke call center 112 yang ruangannya tak bersebelahan dengan ruang kontrol CCTv.

Khasya bersama Ade petugas CCTV Dinas Kominfo Batam saat memantau situasi sebagian wilayah Batam yang sudah terpasang CCTV di kantor Kominfo Batam, Kamis (1/2). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

“Kami langsung sampaikan ke 112,” ucapnya.

Masih segar dalam ingatan Ade, walau bukan saat dirinya bertugas, CCTv Kominfo Batam pernah merekam kejadian aksi pecah kaca di sekitaran bundaran Madani awal Desember 2017 lalu. Rekaman CCTv cukup membantu polisi mengungkap kasus tersebut. Terkait kasus kriminal, biasanya polisi mendatangi ruang kontrol tersebut untuk mengetahui hasil rekaman kejadian.

“Nampak jelas, kan uang (hasil curian pelaku pecah kaca) kesebar di aspal,” kisahnya. Intinya, kata Ade, selama kamera diarahkan ke lokasi tertentu dan kebetulan di dalamnya tertangkap video kejadian pasti akan terrekam dan diteruskan ke 112, layanan 112 inilah yang akan meneruskan informasi ke instansi terkait.

“Kita tugasnya sebatas pantau, selanjutnya ada pihak lain yang punya wewenang,” kata Hasya menimpali penjelasan Ade.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan E Goverment Kominfo Batam, Tyas Satria Manggala mengatakan jumlah kamera pengintai khusus daerah rawan dibawah kendali Kominfo Batam ada 36 unit tersebar di 20 lokasi se antero Batam.

“Lima di antaranya sudah PTZ, lainnya kamera fix yang statis, yang statis ini hanya fokus pada arah tertentu tak bisa di gerakkan tapi tetap bisa di zoom,”terang

Ia mengatakan, kehadiran CCTv ini cukup dirasakan manfaatnya. Salah satunya yakni kejadian pecah kaca seperti yang diungkapkan Ade dan Hasya. Menurutnya, dengan banyaknya kamera misalnya pelaku kejahatan bisa saja membatalkn niatnya berbuat jahat. Yang lebih utama, kehadiran kamera tersebut dapat jadi informasi bagi instansi yang membutuhkan.

“Misalkan jalan, sampai nama yang tertulis di baju nampak,”katanya.

Namun demikian, ia akui semenjak ruang kontrol ini ada instansi tertentu setelah dapat informasi dari 112, harus mendatangi ruang tersebut atau dengan kata lain video tangkapan online belum terkoneksi langsung ke polisi. I sampaikan, hal tersebut sudah jadi cita-cita pihaknya akan direalisaikan secara bertahap. Terkoneksi secara online ke polisi cukup bagus, namun kini infrastruktur jariangn seperti fiber optik masih terbatas.

“Kalau hanya wireless terbatas, idealnya harus fiber optik, ke Dishub juga belum. Dipaksakan pun pakai wireless nanti nggak bagus, kita inginkan bisa kualitasnya bagus,”ucapanya.

Keinginan untuk meningkatkan konektivitas CCTv juga diakui Kepala Diskominfo Batam Salim, bahkan ia mengaku pernah duduk bersama dengan polisi. Namun ke depan ini harus dibicarakan di level Muspida dan dikuatkan dalam bentuk kesepahaman (MoU). “Bahkan pak Wali Kota Batam Muhammad Rudi, kita ini sudah punya infrastruktur dan disatuakn dalam satu tempat,”katanya.

Pada Jumat (2/2), Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad berkesempatan memantau langsung aktivitas di ruang kontrol CCTv. Ia sempat berdialog dengan operator yang bertugas. Turut bersama Amsakar, Kepala Dinas Kominfo Salim.

“Pak Kapolres (Kombes Hengki) sempat katakan udah berapa kali tabrak lari terungkap,”ungkap Amsakar. “Yang kejadian di pecah kaca di Madani juga terekam pak,” kata Salim memberitahu Amsakar.

Dalam kesempatan ini, Amsakar menyampaikan ia paham kamera hanya dapat mengulang hingga 30 hari ke belakang. “Bagaimana caranya setelah satu bulan data aman? satu bulan simpan, jangan hilang. Awak pikirkan ini ya,” harap Amsakar ke salah saeroang operator. Harapan ini, Amsakar sampaikan agar sewaktu-waktui data dapat dilihat kembali.

Kepada Batam Pos, Amsakar menyampaikan, Batam dalam menuju Kota Ciber City atau Batam Digital Island. Menurutnya idealnya satu pulau Batam ini dapat tersorot kamera pengintai dengan catatan mempertimbangkan secara cermat kesanggupan anggaran.

“Prinsipnya kami ingin Batam ini terpantau dari segala sudut,” imbuh Amsakar.

Ia menyampaikan, secara bertahap pihaknya tak akan tinggal diam untuk terus mengembangkan hal ini, ia mengaku tahun ini tak ada program peningkatan CCTv di Batam namun akan diusahakan tahun 2019 mendatang.

“Saya minta juga pak Salim untuk membangun komunikasi dengan mitra strategis misalnya kawasan Industri, Money Change, juga perbankan. Dengan harapan dapat berganbung dengan sistem yang kami siapkan. Ini masalah mengkoneksikan dengan jarinagn kita,”katanya.

Ia mengungkapkan, bahkan saat acara Rating Kota Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017 yang digelar Institut Teknologi Bandung (ITB) hal semcama peningkatan CCTv ini cukup erat kaitannya dengan konsep kota cerdas. Anatar hal lain , hal semacam ini jadi indikator untuk melihat satu kota sudah masuk Smart City atau belum. Kami berkepentingan soal ini, saya tegaskan kalau APBD kita mencukupi, kita akan lakukan pengembangan, terbatas pun APBD kami komunikasikan dengan mitra strategis untuk bergabung,”paparnya. (adi)