Iklan
Pengendara melintas di jalan rusak jalan Marina City, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (2/2). Rusaknya jalan ini akibat truck pengangkut tanah yang lalu lalang membawa tanah untuk timbunan perumahan di Tanjunguncang. Warga sempat memprotes truck pengangkut tanah supaya tidak beroperasi lagi karena jalan rusak. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Puluhan warga Marina View, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji mengahadang kendaraan proyek untuk kegiatan reklamasi di samping Gedung Bapelkes, jalan Marina City, Jumat (2/2) pagi. Persoalanya sama, warga merasa terusik sebab aktifitas kendaraan proyek reklamasi tersebut merusak lingkungan serta mengganggu kenyamanan warga.

Iklan

Ketua RW 10, kelurahan Tanjunguncang Ling Ling mengatakan, semenjak proyek reklamasi itu berjalan, jalan utama Marina City rusak parah. Jalan yang semula memang sudah rusak semakin rusak lagi, karena lubang pada badan jalan kian bertambah lebar dan dalam akibat hilir mudik kendaraan proyek tersebut.

“Tengoklah sendiri jalan ini. Padahal beberapa titik baru diperbaiki tapi sudah berlubang lagi. Inilah penyebabnya. Truk-truk inilah yang merusak jalan ini,” katanya.

Kendaraan proyek reklamasi itu diakui Ling Ling juga berdampak buruk bagi kesehatan warga di sekitarnya. Itu karena debu dari tumpahan tanah yang berserahkan di sepanjang jalan berterbangan hingga ke dalam rumah warga di Perumahan Marina View.

“Masuk ke dalam juga jadi becek dan sempit,” ujarnya.

Selain itu warga juga kuatir jika proyek tersebut dibiarkan maka lingkungan tempat tinggal mereka akan terendam banjir nantinya. Itu karena proyek reklamasi itu menimbun hutan bakau yang menjadi lokasi resapan air di samping pemukiman mereka.

“Penimbunan hutan bakau itu yang dikuatirkan kami. Nanti bisa tenggelam perumahan kami kalau sempat ditimbun sampai ke pantai (Marina) sana,” ujar Herman, warga lainnya.

Selama ini diakui Herman, warga di sana sudah berupaya untuk menemui pihak proyek untuk berbicara secara baik-baik sehingga aktifitas mereka tidak berdampak terhadap lingkungan sekitar, namun tidak digubris oleh pihak proyek. Warga kesal akhirnya turun menghadang kendaraan proyek tersebut.

Pantauan di Lapangan, aksi penghadangan kendaraan proyek tersebut berlangsung aman, sebab pihak proyek memilih mundur saat didatangi warga. Kepada pihak proyek warga memintah agar kerusakan jalan akibat aktifitas kendaraan proyek tersebut kembali diperbaiki.

“Untuk sementara jangan dulu ada kegiatan. Ini harus diselesaikan dulu. Tunjukin surat izin kalian ke kecematan atau lurah. Dan jalan yang sudah rusak ini harus diperbaiki,” kata Ester, warga lainnya.

Aksi warga ini ditanggapi pihak kelurahan Tanjunguncang. Pihak kelurahan yang turun ke lokasi kejadian juga memintah agar aktifitas reklamasi itu dihentikan.

“Sementara kami hentikan dulu. Ada penolakan warga jadi kami akan panggil pihak proyek untuk melihat perizinan mereka,” ujar Sekretaris Kelurahan Tanjunguncang Raja Febri Anugerah Putra, kemarin. (eja)