Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Sejumlah warga di pesisir pantai kawasan Tanjunguma tiba-tiba dikagetkan dengan naiknya air laut atau banjir rob ke kawasan pemukiman pada Jumat (2/2/2018) sekitar pukul 11.00 WIB. Meski begitu, tak ada korban jiwa atau rumah rusak akibat kondisi tersebut.

Iklan

Lurah Tanjung Uma, Syahril mengatakan kejadian naiknya air laut ke pemungkiman warga baru pertama kali terjadi selama belasan tahun terakhir. Tiga RW diantaranya RW 1, RW4 dan RW 11 terkena dampak dari banjir rob tersebut.

“Kejadian mendadak sekali, sekitar jam 11 siang. Ada puluhan rumah warga di tiga RW yang terkena dampak dari naiknya air laut. Dan ini pertama kali terjadi,” terang Syahril.

Menurut dia, luapan air laut masuk hingga ke dalam pemungkiman warga. Warga pun dengan sigap mengangkat benda berharga mereka agar tidak terkena pasang air laut.

“Biasanya kalau bulan 12 dan bulan 1 itu, air memang tinggi, tapi hanya sampai pelantar. Tapi kali ini masuk ke dalam rumah hingga mata kaki,” imbuh Syahril.

Meski terkena dampak banjir rob, Syahril meyakinkan tidak ada korban jiwa atau rumah warga yang rusak. “Alhamdulillah tak ada laporan korban dan rumah rusak. Hanya air laut masuk ke rumah warga saja,” terang Syahril.

Banjir Rob yang melanda beberapa daerah di Batam, Jumat (2/2) ini dipengaruhi oleh gerhana bulan. Hal ini disampaikan oleh Kasi Datin Stasiun Meterologi Hang Nadim Suratman.

“Kami perkiraan oleh karena itu,” katanya, Jumat (2/2).

Saat ditanya ketinggian, berapa lama akan berlangsung dan daerah mana saja yang diterjang banjir rob ini. Suratman menuturkan pihaknya tidak mengetahuinya. Hal ini karena keterbatasan alat yang mereka miliki.

“Kami itu hanya punya alat di daerah Batuampar. Itupun terintegrasi dengan BMKG pusat,” tuturnya.

Ia mengatakan tidak mengetahui adanya banjir rob di daerah Sekupang dan Tanjunguma.

“Tidak terpantau oleh kami,” ucapnya singkat. (ska/she)