batampos.co.id – Penyaluran beasiswa Pemprov Kepri Tahun Anggaran (TA) 2017 molor di tahun ini. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir mengatakan, tertundanya pembayaran tersebut disebabkan adanya revisi atas adanya kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) soal bantuan sosial (Bansos).

“Atas sebab itulah, penyalurannya menjadi tertunda. Dan Disdik sudah membuat pengumaman tentang waktu penyalurannya,” ujar Arifin menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (2/2) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri tersebut menjabarkan, besaran beasiswa Tahun 2017 adalah Rp 5 miliar. Dijelaskannya, dari jumlah tersebut Rp 3,3 miliar diperuntukkan bagi beasiswa mitra.

“Sisanya adalah untuk bantuan beasiswa berprestasi dan jalur kurang mampu. Kami sudah berupaya menambah jumlahnya menjadi Rp2 miliar, bukan Rp 1,7 miliar,” ujar Arifin.

Disebutkannya, secara keseluruhan penerima beasiswa adalah 975 orang. Sebanyak 650 orang penerima beasiswa berprestasi. Sedangkan sisanya adalah untuk jalur kurang mampu dan bantuan pendidikan. Menurut Arifin, proses seleksi yang dilakukan adalah untuk menjadikan beasiswa ini tepat sasaran.

“Demi Allah, saya jamin tidak ada titip menitip. Karena prosedurnya sudah kita perketat. Terkait adanya nama ganda, sudah kita revisi. Penerimanya tetap berdasarkan nilai yang sudah ada,” jelas Arifin.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara (TJA) meminta Disdik Kepri untuk tidak mempersulit proses pencairan tersebut. Ia berharap, dengan adanya penyelesaian tersebut tidak lagi terjadi polemik yang sama di tahun 2018 ini.

“Kita sudah rapat dengan Disdik Kepri. Tertundanya penyaluran tersebut memang disebabkan adanya Permendagri tentang dana hibah bansos,” ujar Teddy, kemarin.(jpg)

Respon Anda?

komentar