Satu orang peserta lelang jabatan mengikuti tes baca Alquran. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Panitia seleksi (Pansel) yang mengadakan lelang jabatan untuk lima organisasi perangkat daerah (OPD) membuat ketentuan tambahan untuk peserta yang akan mengikuti lelang jabatan. Yakni, wajib mengikuti tes membaca Alquran.

”Memang, untuk peserta yang mengikuti lelang jabatan wajib mengikuti tes baca Alquran. Dan, hal ini kita lakukan bukan untuk mencari qori atau pembaca Alquran dengan suara merdu. Melainkan, kita ingin mengetahui apakah Alquran itu dibaca setiap hari, karena Alquran itu merupakan pedoman dalam menjalani kehidupan,” ujar Ketua Pansel Lelang Jabatan Kabupaten Karimun, M Firmansyah kepada Batam Pos, Jumat (2/2).

Kenapa demikian? Sebab, kata Firman, untuk menjadi seorang pemimimpin, dalam hal ini memimpin suatu OPD yang merupakan jabatan eselon II tidak hanya dibutuhkan kemampuan dan keterampilan bidang akademik. Tapi, juga sebagai seorang pemimpinan nantinya juga harus memiliki kemampuan spritual. Apalagi, salah satu motto Kabupaten Karimun adalah beriman. Diharapkan, dengan iman yang bagus dapat menjadi pemimpin yang bisa membawa OPD dan bawahan yang dipimpinnya menjadi lebih baik.

”Namun, peserta yang mampu membaca Alquran dengan lancar atau pun tidak bukan menjadi penilaian mutlak atau sebagai penentu. Melainkan, akan mendapatkan nilai tambahan oleh tim penguji jika memang mampu membaca Alquran dengan fasih dan lancar. Tentunya, jika lancar membaca Alquran, sudah dapat diketahui bahwa memang seorang peserta tersebut selalu membacanya,” papar Firman yang juga Sekda Kabupaten Karimun.

Menyinggung tentang jumlah peserta yang berkurang satu, Firman menyebutkan, pada saat pengumuman lolos seleksi administrasi memang jumlahnya 20 orang. ”Tapi, tiba-tiba pada saat akan dilakukan pengujian, satu orang peserta atas nama Irwanto yang merupakan pejabat dari salah satu OPD di Provinsi Kepri mengundurkan diri. Alasanpastinya kita juga tidak tahu,” ungkapnya. (san)

Respon Anda?

komentar