Iklan
Pembudidayaan ikan Napoleon di Pulau Sedanau, Natuna. F. Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Kran ekspor ikan napoleon kembali dibuka. Sebanyak 1.000 ekor napoleon diekpor perdana dari Sedanau, Sabtu (3/2) kemarin. Adanya ekspor perdana ini membuat nelayan budidaya di Natuna kini kembali bergairah.

Iklan

Penjualan perdana napoleon di Sedanau dihadiri Bupati Natuna Abadul Hamid Rizal dan Ketua DPRD Yusripandi dan sejumlah anggota DPRD..

Meski belum sesuai kuota yang diharapkan, masayarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna berharap pemerintah terus membuka kran kran penjualan
napoleon.

Kasatker Badan Karantina ikan Pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan (BKIPM) Natuna Arrofik mengatakan, usulan penjualan perdana ikan napoleon di Natuna sebanyak 1.000 ekor. Dengan pembatasan ukuran diatas 1 kilo dan dibawah 3 kilo gram yang dibolehkan dijual nelayan.

Dijelaskan Arrofik, kuota penjualan ikan napoleon untuk Natuna sudah diatur sebanyak 5.000 ekor per tahun, jika tidak terjadi perubahan oleh Pemerintah. Menurut Arrofik, Natuna mengalami keterlambatan dalam proses perizinan penjualan napoleon, sehingga membutuhkan waktu lama sebelum izin dikeluarkan Pemerintah.

“Sebenarnya penjualan ikan napoleon jalur laut sudah bisa laksanakan, asal izinnya diurus. Dan Natuna yang mempelopori izin tersebut mengalami keterlambatan,” jelas Arrofik.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, Pemerintah Daerah terus mengupayakan secara maksimal dan koordinasi ke Kementerian terkait agar ikan napoleon yang menjadi primadona masyarakat Natuna terus dapat diberdayakan dan dijual.

“Banyak harapan masyarakat nelayan dari napoleon, termasuk menyekolahkan anak ke jenjang perguruan tinggi didalam negeri maupun ke luar negeri,” sebut Hamid Rizal.

Hamid mengatakan, usulan pemerintah daerah dalam menyepakati kuota penjualan napoleon belum terpenuhi. Sebelumnya pemerintah daerah meminta Pemerintah Pusat membuka kuota 30 ribu napoleon per tahun untuk Natuna. Namun kuota tersebut baru direalisasi sebanyak 5 ribu per tahun.

“Tapi kita sangat bersyukur, kran penjualan napoleon sudah dibuka. Napoleon yang sudah lama di keramba nelayan bisa dijual. Pemerintah Daerah tetap menunggu regulasi agar kuota napoleon di Natuna bertambah di tahun mendatang.

Kepala Dinas Perikanan Pemkab Natuna Zakimin mengatakan, masyarakat nelayan budidaya cukup bersyukur dibuka kembali kran penjualan napoleon di Natuna. Menurutnya Pemerintah Pusat sudah banyak membantu masyrakat Natuna terutama nelayan.

“Mudah-mudahan ribuan napoleon yang masih dikeramba nelayan bisa terjual, tidak bisa tahun ini, ya jualnya tahun depan. Nelayan harus bersabar dan tetap semangat dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah,” kata Zakimin.(arn)