Iklan
Agus Salim,19, remaja yang tewas gantung diri dijenguk oleh keluarga di ruang Pemulasaraan RSUD M Sani Tanjungbalai Karimun. F.Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Keluarga dan tetangga Agus Salim, di RT 002/ RW 002, Kelurahan Sei Pasir, Kecamatan Meral Sabtu (3/2) pukul 18.30 WIB dikejutkan dengan tewasnya seorang remaja, Agus Salim,19, dengan cara gantung diri di dalam kamar.

Iklan

”Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Sabtu (3/1) pukul 15.00 WIB, Agus Salim menggunakan sepeda motor pergi bersama dengan ayahnya, Alias ke rumah Dewi yang tidak lain adalah kakanya di Kampung Baru, Kecamatan Meral. Setelah itu, sepeda motor ditukar dengan sepeda motor kakaknya dan Agus Salim langsung kembali ke rumah sendiri. Karena, ayahnya tinggal sebentar di rumah kakaknya,” ujar Kapolsek Meral, AKP SYiaful Badawi kepada Batam Pos, Sabtu (3/2).

Kemudian, kata Kapolsek, pada pukul 18.30 WIB, ayah Agus Salim pulang ke rumah dengan membawa sepeda motor bersama dengan ibu, Elita dan adiknya, Marlina. Ibu dan adiknya langsung masuk ke dalam rumah, sedangkan ayahnya kembali pergi untuk menjemput cucu. Tidak lama kemudian Marlina masuk ke dalam kamar Agus Salim dan melihat abangnya itu sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali nilon.

”Marlina langsung memberitahukan hal ini kepada orang tuanya. Dan, kedua orang tuanya berusaha menolong dengan meminta bantuan dari Endang. Kedua orang tua memegang Agus Salim dan saksi Endang memotong tali menggunakan pisau. Setelah itu, diperiksa dan diketahui sudah meninggal dunia. Selanjutnya, hal ini diberitahukan kepada polisi dan langsung mendatangi rumah Alias. Untuk kepentingan penyelidikan, maka mayat Agus Salim di bawa ke rumah sakit untuk divisum luar,” paparnya.

Hasil visum oleh tim medis dan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Karimun, lanjut Syaiful, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Sehingga, tewasnya Agus Salim murni bunuh diri. Untuk penyebab bunuh diri, dari pihak keluarga sudah menyatakan bahwa selama ini tidak terlihat ada masalah. Termasuk pada hari kejadian, Agus Salim terlihat biasa saja dengan keluarga.

Ayah Agus Salim, Alias ketika ditemui di rumah sakit menyebutkan memang sebelum diketahui meninggal dunia, Aguas Salim sempat menghubungi ibunya melalui ponsel. ”Kalau dilihat dari data ponselnya, Agus sempat 14 kali menghubungi ibunya, namun tidak berhasil tersambung. Sebab, pada saat itu ponsel ibunya habis batrai dan tidak membawa charger. Dari kawan-kawan juga sempat ditanya, semua mengatakan tidak ada masalah,” jelasnya.

Jamaluddin, tetangga sebelah rumah secara terpisah menyatakan tidak menyangka jika Agus Salim bunuh diri, sebab dia mengetahui jika anak tersebut dikenal baik. ”Sehari sebelumnya saya masih jumpa dengan Agus bersama beberapa orang rekannya. Seperti tidak ada masalah. Dan, kalau ketemu dengan saya selalu ramah menegur,” ungkapnya. (san)