Bupati Anambas, Abdul Haris didampingi Kepala Dinas PUPR Anambas, Effie Sjuhairi meninjau pembangunan Masjid Agung Anambas di Tanjung Angkak Tarempa, Minggu (4/2). F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan, kontraktor Pelaksana Pembangunan Masjid Agung Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami kesulitan. Pasalnya ada selisih perkiraan kubikasi batu saat pekerjaan land clearing pembangunan masjid Agung Kabupaten Kepulauan Anambas yang ada si Tanjung Angkak Tarempa.

Diperkirakan sebanyak 70.000 Kubik batu terdapat di area lahan Pembangunan Masjid Agung Anambas. Jumlah tersebut jauh berbeda dari perkiraan awal yang hanya mencapai 50.000 Kubik batu. “Batunya luar biasa besar-besar dan cukup banyak,” kata Haris, Minggu (4/2).

Untuk pembangunan tahap II Masjid Agung tambah Haris, sebesar Rp 24 Milliar akan dilaksanakan pada tahun 2018 ini. Pembagunan Masjid Agung dilaksanakan Multiyears selama tiga tahun dari tahun 2017 sampai dengan 2019, yang menelan Anggaran sebesar Rp68 Milliar. “Untuk tahun 2017 tahap pertama Rp 18 Milliar,” ujarnya.

Pembangunan tahap dua ini lanjut Haris adalah pembangunan pondasi dan naik strumtur bangunan sampai lantai dua. Masjid Agung sendiri dibangun tiga lantai ditambah Base menjadi,” Kita Optimis Pembangunan Masjid Agung selesai tepat waktu,” tukasnya.

Haris, juga menyampaikan, pembangunan Masjid Agung merupakan proyek strategis Pemkab Anambas yang di dampingi Tim TP4D dari kejaksaan. “Alhamdulillah Pembangunan Masjid Agung terus dalam pemantauan dari Tim TP4D,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perkerjaan Umum Effy Sjuhairi Juga optimis pengerjaan pembangunan Masjid Agung dapat selesai tepat waktu, mengingat saat ini pengerjaan yang dilakukan oleh pihak ke III pemenang Tender masih sesuai dengan jalur. “Saya berharap ini dapat selesai tepat waktu serta hasil perkerjaanya memuaskan dan seperti yang diharapkan bersama,” jelasnya. (sya)

Respon Anda?

komentar