Kadinkes Karimun Rahmadi. F. Tri Haryono.

batampos.co.id – Untuk mengurangi munculnya penyakit gizi buruh terhadap balita dan juga masyarkat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun menginstruksikan seluruh Puskesmas yang ada di setiap Kecamatan untuk turun ke lapangan dan mendatangi rumah masyarakat.

Kepala Dinkes Kabupaten Karimun, Rahmadi, mengatakan, sebenarnya program turun ke lapangan dengan mendatangi setiap rumah warga oleh setiap Puskesmas itu sudah  dijalankan pada tahun lalu di beberapa pulau seperti di Moro dan Buru. Tujuannya, untuk mendeteksi dan mengantisipasi jika ada gejala penyakit seperti gizi buruk dan penyakit lainnya, langsung bisa diambil tindakan.

”Hanya saja, pada tahun lalu ada 6 Puskesmas kita yang sedang dalam proses akreditasi, sehingga harus mempersiapkan administrasi untuk akreditasi tersbeut,” ujar Rahmadi, kemarin (4/2).

Program terhenti sementara karena ada proses akreditasi tersebut. Untuk dua daerah yang sudah sempat berjalan, seperti Moro dan Buru, persentasenya baru mencapai 40 persen. Namun, secara global untuk Kabupaten Karimun persentasenya baru 11 persen. Untuk itu, mulai tahun ini kegiatan mendatangi rumah warga akan dilanjutkan kembali. Targetnya sampai dengan akhir tahun ini bisa mencapai 80 atau 90 persen.

”Dari Kementerian Kesehatan RI memang sudah menetapkan 7 Puskesmas untuk turun ke lapangan dengan cara mendatangi setiap rumah warga untuk mendeteksi penyakit di dalam suatu keluarga. Tapi, untuk Kabupaten Karimun saya instruksikan agar seluruh Puskesmas yang jumlahnya ada 11 Puskesmas untuk turun ke lapangan. Tujuannya, agar kita bisa segera mengetahui apa penyakitb yang diderita masyarakat dan kemudian langsung melakukan perwatan. Jika memang perlu rujukan akan kita buatkan rujukan,” jelasnya. (san)

Respon Anda?

komentar