Iklan
Bupati Karimun Aunur Rafiq menerima Kepala Unit Metalurgi PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau Wiyono didampingi Kabag Humas Rio bersama enam orang calon pengrajin Piuter Timah. F. Dokumentasi PT Timah untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Melalui program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), KUKM dan ESDM Karimun, PT Timah wilayah operasi Kepri dan Riau mengutus enam pengrajin dari Karimun untuk mengikuti pelatihan piuter timah di Pangkal Pinang Bangka Belitung selama 21 hari.

Iklan

“Silahkan manfaatkan pelatihan ini, agar pengrajin bisa menciptakan kreativitas yang bernilai tinggi. Supaya cinderamata yang berbahan baku dari timah bisa masuk dalam pasar Nasional. Dan secara otomatis bisa meningkatkan pendapatan para pengrajin itu sendiri, serta bisa mempromosikan daerah kabupaten Karimun,” pesan Bupati Karimun, Kamis (1/2) lalu di rumah dinas Bupati Karimun.

Yang diharapkan, kata Rafiq dapat tumbuh pengrajin-pengrajin dari berbagai bidang usaha baik itu yang baru maupun yang sudah ada. Sehingga, bisa menopang perekonomian Karimun dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun melalui Dinas Koperasi, Perdagangan, UKM dan ESDM Karimun sebagai fasilitator untuk pengembangan home industri.

“Tunjukkan kita bisa bersaing dengan produk luar. Disini, bisa dipasarkan melalui Destranasda maupun dapat dijual tempat-tempat strategis. Yakin dan optimis, kita bisa bersainglah. Lihat, sudah ada 12 produk batik yang sudah kita patenkan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Unit Metalurgi Wiyono mengatakan, ini sebagai salah satu program PPM yang dilakukan dalam rangka menciptakan pelaku usaha khususnya pengrajin Piuter di Karimun. Sehingga, perwakilan yang sudah mengikuti pelatihan bisa memberikan ilmu kepada masyarakat yang ingin berwirausaha dalam pengrajin Piuter.

“Kita sangat mendukung bagi para pengrajin yang ada di kabupaten Karimun, untuk bisa mengembangkan usahanya. Nah, salah satunya calon pengrajin Piuter ini yang dilatih,” ujarnya.

Dimana, para pengrajin tersebut nantinya akan dilatih bagaimana cara membuat kerajinan yang berbahan baku timah. Kemudian, bagaimana caranya pemasaran hingga benar-benar bisa menjadi pengrajin Piuter yang mandiri nantinya. Dengan demikian, diharapkan dari 6 pengrajin Piuter yang sudah dilatih bisa melahirkan pengrajin Piuter lainnya. Adapun ke enam peserta pengrajin tersebut diambil per kecamatan diantaranya masing-masing satu orang untuk kecamatan Kundur Barat, Tebing, Durai, Meral dan Meral dua orang.

“Diharapkan bisa berkembang para pengrajin Piuter di Karimun. Enam orang inilah, sebagai cikal bakal untuk menciptakan pengrajin Piuter Karimun,” harapnya. (tri)