Gleneagles Medini, Malaysia

 

Angka kejadian Penyakit Jantung Koroner (PJK) meningkat seiring dengan berkembangnya negara-negara di Asia Tenggara. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama bagi pria maupun wanita. Hal ini sering dikaitkan dengan kurangnya aktifitas fisik dan seringnya mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.

Dr. Dhanan Umadevan seorang Ahli Jantung Intervensi dari Rumah Sakit Gleneagles Medini yang sekaligus Konsultan Kardio Tetap menjelaskan,seringnya mengkonsumsi makanan
berkadar lemak jenuh tinggi, seperti daging merah dan makanan olahan kadang kala kurang berolahraga. Hal ini membuat pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen menuju jantung akan dipenuhi oleh lapisan plak.

Plak sendiri terdiri atas kolesterol,sel dan material lainnya, keadaan ini berbahaya karena akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri yang suatu saat dapat pecah. Proses untuk berkembang menjadi PJK memakan waktu yang cukup lama. Tak jarang proses ini bisa mencapai puluhan tahun. Bahkan kondisi ini sering tanpa disertai gejala.
Sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki PJK sampai penyakit ini menimbulkan masalah di kemudian hari.

Keterangan gambar
A. Pembuluh darah Arteri koronaria normal
B. Arterosklerosisdengan gumpalan darah
C. Arterosklerosis

Penyebab PJK:
– merokok
– hipertensi
– hiperkolesterol
– diabetes
– pola hidup tidak sehat

Pada umumnya, orang yang berpotensi terkena PJK memiliki gejala berupa rasa nyeri pada dada sehingga mengganggu aktifitas. Nyeri dada ini tidak biasa atau angina. Rasanya seperti ada sensasi rasa berat dan seolah tertindih di dada lalu menjalar ke lengan kiri atau leher sebelah kiri. Namun, rasa sakit pada PJK tidak selalu khas. Beberapa pasien PJK mengeluh sakit gigi sehingga mereka datang ke dokter gigi untuk memeriksakan gigi mereka.

Beberapa wanita dengan PJK hanya mengeluhkan rasa tidak nyaman di perut yang mirip dengan gastritis (maag). Karena gejala yang tidak khas ini, banyak penderita PJK yang terlambat mendapat pertolongan medis. Secara umum, faktor risiko PJK dapat berupa tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, terdapat riwayat PJK pada keluarga, diabetes, obesitas dan merokok.

Tekanan Darah Tinggi

Studi menunjukkan 1 dari 3 orang dewasa memiliki tekanan darah tinggi, namun 1 dari 3 orang dewasa tersebut tidak mengetahui bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi, karena gejala hipertensi tidak mudah dikenali, sehingga sering tidak disadari.

Pasien cenderung berasumsi bahwa jika hasil uji treadmill bernilai normal, maka pasien tidak akan mengalami serangan jantung. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar. Adapun mekanisme terjadinya serangan jantung akut sangat berbeda dengan nyeri dada kronis.

Hasil uji treadmill pada pasien dengan nyeri dada kronis dapat bernilai abnormal, disebabkan oleh karena adanya kekakuan dinding pembuluh darah arteri koronaria.

Berbeda dengan serangan jantung akut yang terjadi karena pecahnya plak, hal ini dapat terjadi walaupun penyempitan arteri koronaria hanya 10% dari total diameter dinding dalam pembuluh darah.

Pecahnya plak dapat berakibat fatal karena bisa menyebabkan terlepasnya plak sehingga terbentuklah gumpalan yang akan menghalangi laju aliran darah.

Pada orang dewasa berusia 30 tahun keatas, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kasus infark miokard akut sendiri dapat terjadi pada usia 30 tahunan. Hal ini dikaitkan dengan rutinitas yang padat dan stress tinggi. Pemeriksaan kesehatan secara berkala diharapkan dapat mengendalikan faktor risiko yang merupakan pencetus timbulnya plak yang lebih cepat di arteri koroner.

Dr Dhanan Umadevan MD (USM). ECFMG (USA). OHD, NIOSH (MAL). MRCP, London (UK). RCS, CCI (USA). ASCeXAM, NBE (USA). CBCCT (USA).CCDS, IBHRE (USA) Consultant Cardiologist Gleneagles Medini
www.gleneaglesmedini.com.my

Individu dengan faktor risiko tinggi harus mewaspadai diri sendiri sejak masih di usia muda. Masyarakat umum hendaknya berusaha mempertahankan berat badan ideal dan diet sehat dengan mengkonsumsi banyak sayur dan serat serta daging dalam porsi kecil. Olah raga harus dijadikan rutinitas setiap hari karena sangat bermanfaat.

Akan lebih baik, bilamana Anda melakukan pemeriksaan rutin kepada ahlinya. Langkah pertama yang bisa dilakukan yakni, mendatangi ahli jantung untuk mengecek data antropometrik sebagai penentu apakah seseorang kelebihan berat badan.

Lalu dilakukan pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kadar kolesterol darah dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kolesterol tinggi. Penting juga melakukan, pemeriksaan EKG untuk memastikan apakah pasien memiliki masalah irama jantung atau riwayat infark miokard sebelumnya.

Cara lain yang bisa dilakukan yakni dengan pemeriksaan ECHO (Echocardiography) juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa katup jantung dan jantung berfungsi baik. Jika seseorang masuk dalam kategori kelompok berisiko rendah, maka uji treadmill cukup untuk menyingkirkan PJK. Pada individu yang masuk dalam kategori kelompok berisiko tinggi, akan dilakukan pemeriksaan yang lebih pasti seperti CT angiogram atau angiogram koroner. Pasien dengan hasil uji treadmill atau pemeriksaan angiogram CT yang tidak normal harus menjalani angiogram koroner untuk membuka kembali arteri koronaria yang menyempit atau tersumbat.

Upaya-upaya diatas merupakan cara untuk mencegah terjadinya PJK. Sebab, pasien yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat pada saat terjadi serangan jantung akut, kemungkinan besar akan berkembang menjadi gagal jantung, dengan gejala umum terjadi pembengkakan pada kaki dan kesulitan bernafas. Komplikasi lain paska serangan jantung akut adalah aritmia ventrikel, dimana jantung memompa dengan sangat cepat. Bila tidak mendapat pertolongan Medis yang baik, Hal ini dapat mengakibatkan kematian pada pasien.

Mekanisme ini terjadi akibat jaringan parut pada dinding jantung yang terbentuk saat terjadi serangan jantung akut. Pasien yang mengalami aritmia ventrikel memerlukan implantasi ICD (Implantable Cardioverter Defibrillator). ICD adalah jenis alat pacu jantung yang dapat menyebabkan sengatan listrik untuk menghentikan aritmia ventrikel.

Pada pasien yang sudah mendapat serangkaian tindakan medis namun masih memilik beberapa keluhan, maka diperlukan tindakan implantasi perangkat CRT.Pada prinsipnya pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Sangat penting untuk mengonsumsi diet seimbang dan melakukan gaya hidup sehat, olahraga teratur dan cukup istirahat. Yang tidak kalah penting adalah dengan melakukan pemeriksaan medis secara rutin untuk mendeteksi faktor risiko pada tahap dini.

Layanan Informasi:
Telp : 0819 2700 6114
Email : [email protected] (*)

Respon Anda?

komentar