Wisatawan sedang berayun di ayunan sarang burung yang
disediakan pengelola wisata Pantai Teluk Diraja, Minggu (5/2). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Berbicara tentang pariwisata, keindahan pantai di Kabupaten Bintan memang tidak bisa dipungkiri. Kini, hadir satu lagi wisata pantai dengan hamparan pasir putih yang menjadi daya tarik wisatawan. Namanya, Pantai Teluk Diraja di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan.

Beberapa pekan terakhir, Pantai Teluk Diraja menjadi objek wisata baru yang banyak dikunjungi wisatawan, selain Telaga Biru dan Gurun Pasir Busung yang sudah dikenal sampai ke mancanegara. Untuk mencapai objek wisata ini tidak sulit. Cukup berpatok pada objek wisata Telaga Biru dan Gurun Pasir Busung, karena lokasinya tidak jauh dari dua objek wisata yang lebih dulu diorbitkan oleh kelompok masyarakat sadar wisata setempat.

Minggu (4/2) siang itu menjadi waktu yang tepat untuk melepas kepenatan, karena cuacanya cukup bersahabat. Tidak terlalu panas suhunya, dan langit tidak pula mendung. Bila bergerak dari Tanjungpinang, untuk menjangkaunya hanya menghabiskan waktu sekitar sejam. Lain hal jika dari Tanjunguban, malah lebih dekat. Tak sampai 30 menit wisatawan bisa menjangkau Pantai Teluk Diraja.

Letak objek wisata ini tepatnya di belakang proyek perumahan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPera) di Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam. Kelompok masyarakat yang
mengelola objek wisata ini juga sudah memberikan ancar ancar agar wisatawan tidak tersesat. Yakni memasang plang di tepi jalan utama sebelum memasuki objek wisata Pantai Teluk Diraja.

Sekitar 200 meter dari jalan besar, terdapat plang penjagaan. Cukup membayar uang masuk yang harganya terjangkau bagi saku backpaker, wisatawan sudah bebas menikmati keindahan Pantai Teluk Diraja. Pantai
di objek wisata ini masih sangat alami, alias belum tersentuh apa pun. Hal ini dilakukan pengelola agar wisatawan benar – benar merasakan keindahan pantai itu.

Di kawasan Pantai Teluk Diraja, telah berdiri sejumlah kafe dan tempat duduk. Jadi, wisatawan tidak perlu gusar mencari makanan atau minuman, karena ada pedagang yang berjualan makanan ringandi sana. Selain itu, menariknya dan pasti paling dicari oleh wisatawan saat ini adalah titik foto untuk berselfi. Beberapa titik untuk berfoto telah disediakan pengelola, seperti ayunan sarang burung, dan rumah pohon, maupun ayunan yang diletakkan di pantai.

Ayunan ini berbeda dari ayunan lainnya, karena letaknya di laut. Sehingga wisatawan bisa merasakan bermain ayunan dengan kaki menyentuh deru gelombang. Salah seorang wisatawan, Farida mengatakan, dirinya sering
menghabiskan akhir pekan di Pantai Teluk Diraja bersama keluarganya. “Tak jauh dari rumah, lagi pula pantainya juga bagus,” ujar pengunjung dari Desa Kuala Sempang, Bintan ini.

Senada dikatakan Hani, pegawai di kantor Kecamatan Seri Kuala Lobam yang berlibur di Pantai Teluk Diraja. Menurutnya, objek wisata yang dikelola masyarakat sadar wisata harus terus dikembangkan, karena
selain untuk memberdayakan masyarakat juga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Pantai ini cukup bagus, apalagi ada titik spot untuk berfoto,” kata wanita berhijab yang berayun di ayunan sarang burung itu.

Sementara itu, pengelola Pantai Teluk Diraja, Yadi mengatakan, kawasan ini dikelola oleh kelompok masyarakat sadar wisata yakni Kelompok Bersama Teluk Diraja. Dulunya, lokasi objek wisata ini sama dengan objek wisata lainnya karena wilayah pertambangan pasir.

Usai kegiatan pertambangan pasir berhenti, lokasi itu kemudian dijadikan objek wisata dan dikelola oleh masyarakat. “Awalnya kami swadaya, tapi sekarang sudah bekerjasama dengan BUMDes,”
kata dia.

Menariknya di Pantai Teluk Diraja, menurutnya, bukan hanya menjadi tempat selfi, karena ada ayunan sarang burung, pohon rumah dan lainnya. Di situ juga, wisatawan bisa berlibur ke Pulau Terkulai. “Kalau di Batam, ada namanya wisata pulau Puteri, kalau di sini, wisata Pulau Terkulai,” katanya.

Untuk mencapai pulau itu, wisatawan cukup membayar Rp 50 ribu pulang pergi, nantinya akan diantar dengan speedboat dari pantai Teluk Diraja ke Pulau Terkulai. “Itu ongkos kapal saja. Nanti, kapan pengunjung mau pulang baru dijemput. Misalkan berangkat pagi, baru sore minta dijemput atau kami menunggu juga bisa,” katanya.

Di pulau terkulai, dia mengatakan, wisatawan bisa menikmati keindahan pantai dengan hamparan pasir putih.
“Di sana, sama dengan di sini, cuma bedanya di sana lebih tenang, jadi wisatawan yang ingin mencari keheningan sambil mendengar suara deru ombak dan angin pantai kami sarankan ke sana,” tukasnya. (met)

Respon Anda?

komentar