batampos.co.id – Direktur PDAM Tirtanusa Hendro mengatakan, kondisi infrastruktur air minum yang dikelola saat ini masih mengalami kekurangan. Banyak yang harus dibenahi untuk optimalkan pelayanan air minum kepada masyarakat.

Dikatakan Hendro, jaringan air yang dikelola PDAM saat ini sudah waktunya direvitalisasi. Bahkan infrastruktur intek PDAM belum bangunan permanen. Sehingga air yang ditampung masih belum maksimal. Akibatnya, kemarau satu bulan, debit air akan banyak berkurang.

“Infrastruktur PDAM banyak sekali kekurangan, mulai jaringan distribusi sampai intek yang belum permanen. Jadi intek PDAM masih dibendung dengan karung diisi pasir, tentu lebih banyak air yang terbuang, buka dikelola,” kata Hendro, Senin (5/2).

Hendro mengatakan, PDAM sudah mengusulkan kepada pemerintah untuk membangun permanen infrastruktur intek sejak tahun 2016 lalu namun belum direalisasi. Tahun 2018 ini pemerintah pusat masih mengalihkan anggaran program air bersih di Kecamatan Pulau Laut.

Dijelaskannya, PDAM saat ini memiliki 14 titik intek. 8 titik di bukit Berangin dan 6 titik di gunung Ranai. Jumlah tersebut baru 4 intek permanen. Tapi sudah dua intek yang rusak.

Kondisi infrastruktur PDAM saat ini menurutnya, mustahil dapat memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan. Ditambah PDAM belum memiliki infrastruktur pengolahan air bersih.

“Tentu kalau hujan air bisa berwarna coklat. Kalau kemarau sebulan bisa kekeringan, kami berharap pemerintah pusat dan daerah mendukung agar usulan direalisasi,” ujar Hendro.(arn)

Respon Anda?

komentar