Sebuah tugboat berserta tongkang terbalik dipelabuhan CPO Kabil, Senin (5/2). Kejadian tersebut diduga akibat dihantam ombat dengan angin kecang. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Angin utara yang melanda wilayah Perairan Batam menyebabkan gelombang tinggi serta arus kencang. Akibat cuaca buruk melanda ini, menyebabkan kapal tugboat Hongkin terbalik setelah menabrak kapal tongkang Bintan I, Minggu (5/2) pukul 20.00. “Kejadian bermula dari cuaca buruk. Lalu adanya human error,” kata Kepala Pos Pelabuhan Kabil, Mesdi, Senin (5/2).

Iklan

Ia menerangkan Minggu (4/1) sekitar pukul 17.30, kapal Tongkang Bintan I lepas jangkar di depan perairan Kabil. “Tepatnya di Bui Hijau,” ucap Mesdi.

Sekitar pukul 20.00, gelombang kuat dan arus kencang melanda wilayah Perairan Kabil. Sehingga Kapal Tongkang ini direncanakan akan dipindahkan sementara waktu ke Pelabuhan Tanjunguban, disana gelombangnya tidak terlalu kuat dan tinggi. Naasnya, sebelum kapal itu dipindahkan. Jangkar tongkang tidak berada dalam posisi yang sempurna di dasar laut. Sehingga kapal ini hanyut. Selang tak berapa lama tali kapal Tugboat Hongkin melilit bagian kapal tongkang.

“Tugboat, ini rencananya akan menarik tongkang itu. Karena tali itu, tongkang dan tugboat ini bergesekan. Lalu tongkang itu menghantam bagian kanan Tugboat. Akibatnya lambung kanan kapal itu bocor,” tuturnya.

Nakhoda kapal Tugboat berusaha melepaskan lilitan tali tongkang, dengan bermanuver untuk menjauh. Namun tali sudah melilit kedua kapal ini. “Awalnya terbelit tali towing, lalu tali tross tongkang. Apesnya, mesin Tugboat mati. Akibatnya kedua kapal itu hanyut hingga sini,” tuturnya.

Mesdi mengatakan saat Senin (5/2) pagi, kemiringan tugboat tidak terlalu. “Hanya 20 derajat. Tapi kalau sekarang, lihat saja kondisinya. Sudah terbalik. Syukurnya Nakhoda dan awal kapal berjumlah 8 orang selamat,” ungkapnya.

Ia menuturkan sedari pagi pihaknya telah berusaha untuk menjauhkan kedua kapal ini, dari pipa avtur yang tak jauh dari tempat tongkang dan tugboat ini bersandar. “Awalnya tugboat itu jaraknya hanya setengah meter saja dari pipa avtur.Makanya kami coba pindahkan. Kami takut kapal itu bergesekan dengan pipa,” ujarnya.

Dari pantuan Batam Pos kapal tongkang bermuatan 2500 ton batu granit, bagian sisi kirinya sudah masuk ke dalam laut. Sedangkan kapal tugboat sudah terbalik. “Tongkang ini dari Pelabuhan Miti, Kijang menuju ke sini. Kami sudah meminta dalam 14 hari ke pemiliknya agar kapal segera diungsikan,” ucapnya.

Sebuah tugboat berserta tongkang terbalik dipelabuhan CPO Kabil, Senin (5/2). Kejadian tersebut diduga akibat dihantam ombat dengan angin kecang. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Terkait cuaca buruk, Kasi Datin Stasiun Meteorologi Hang Nadim Suratman membenarkan Batam diterpa angin utara yang cukup kencang. Saat siang hari kecepatan maksimal angin 18 knot dan malam hari 12 knot. “Saat tidak ada angin utara, hanya 5 sampai 6 knot saja,’ ucapnya.

Akibat angin kencang in, menyebabkan gelombang tinggi dan arus kencang di laut. “Februari ini puncaknya,” tuturnya.

Angin utara ini, kata Suratman akan menerpa Batam hingga akhir bulan. Namun kecepatan angin akan mereda di awal Maret, hingga akhirnya kembali normal dikisaran 5 knot.

“Kami harapkan masyarakat yang berkegiatan di laut selalu waspada,’ ungkapnya. (ska)