ilustrasi

batampos.co.id – Karin,30, tampak gelisah saat duduk di kursi ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, Senin (5/2/2018). Sudah tidak terhitung berapa kali dia melihat ke arah luar ruang.

Namun dia sedikit tenang setelah seorang kerabatnya datang dan menemani di sisinya.

“Aku takut kalau Mas Donwori datang. Mending tidak mendekat,” kata Karin.

Bukan tanpa alasan Karin takut sebab suaminya itu akan marah. Jika marah, matanya melotot dan suaranya kencang. Belum lagi bau badannya yang super lebus, bikin orang gak tahan.

“Suaranya bikin telinga sakit. Bau badannya juga, hi… Lebih baik menjauh saja. Malu sama orang kalau dia marah,” aku ibu satu anak ini.

Karena temperamen dan bau badan inilah Karin menggugat cerai.

“Siapa yang tahan mas kalau dimarahin terus. Mending pisah saja?” imbuh Karin.

Perempuan berbaju merah ini tidak tahu, kenapa bau badan suaminya jadi lebus. Padahal dia mandi dua kali sehari.

“Ya, sekitar empat bulan yang lalu kayak gitu. Ada yang bilang karena sakit. Tapi selama ini dia tidak pernah memeriksakan penyakitnya,” aku Karin.

Setiap bau itu tercium menyengat ketika suaminya bangun pagi. Kalau sudah parah, baunya pindah ke sprei tempat tidur. Sudah otomatis, bau badan Donwori ini mengganggu Karin, terlebih saat mereka sedang Making Love (ML).

“Gak kuat baunya. Saya sering tahan nafas,” ucap warga Tambaksari ini.

Pernah Karin menyarankan agar suaminya segera mandi begitu pulang kerja dan akan tidur. Awalnya semua berjalan dengan lancar. Tapi akhirnya Donwori enggan mandi pada malam hari karena takut kena rematik. Meskipun dibuatkan air hangat oleh Karin, lelaki ini emoh membersihkan badannya.

“Pernah dia marah, saya diomelin, tetangga banyak yang dengar. Malu saya, apalagi suaranya kerasnya minta ampun,” aku perempuan berkulit kuning langsat ini.

Ketika suaminya enggan mandi malam hari, Karin mengaku kebingungan saat diajak ML.

“Mau bagaimana lagi, saya pasrah,” tutur Karin sambil malu-malu.

Agar tidak bau, Karin menutup hidungnya dengan tisu. Namun cara ini membuat Donwori tersinggung. Awalnya, pria yang kerja sebagai satpam ini hanya ngomel-ngomel saja. Tapi karena keseringan lihat istrinya tutup hidung, dia marah.

“Saya akhirnya terus terang kalau tidak tahan baunya dan bilang mungkin bau itu karena sakit tertentu,” tutur Karin.

Sejak saat itu, Donwori tak pernah mengajak istrinya bicara. Kalaupun mau begituan dia memaksa.

“Jadinya saya tersiksa. Saya protes malah dipukul,” imbuh Karin.

Karin tidak terima dengan perlakukan itu. Dia pulang ke rumah orangtuanya. Selama di rumah bapak ibunya, Karin baca baca soal bau badan yang disebabkan oleh suatu penyakit.

“Mungkin saja dia kena diabetes, makanya baunya lebus,” tutur Karin.

Bukannya datang menjemput dan menyelesaikan masalah, Donwori malah berdiam diri di rumah.

“Saya dibiarkan hampir dua bulan. Ya, sudah lebih baik pisah saja,” pungkasnya. (sb/jpg/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar