batampos.co.id – Anggota komisi IV DPRD Kota Batam Riki Indrakari meminta Dinas Tenaga Kerja berperan aktif dalam mengurangi angka pengangguran di Batam. Salah satunya adalah dengan menyalurkan peserta pelatihan ke perusahaan di Batam.

“Setahun Disnaker latih ribuan calon pekerja. Jadi setelah selesai pelatihan, Disnaker harus aktif menyalurkan mereka ke perusahaan,” katanya, Senin (4/2).

Ia mengatakan selama ini Disnaker hanya berperan melakukan pelatihan yang dibiayai APBD Kota Batam. Tetapi setelah selesai pelatihan, masih banyak peserta yang tidak mendapatkan pekerjaan.

“Untuk apa kita gelar pelatihan itu, tetapi kalau mereka tidak bekerja. Jadi jaringan ke perusahaan harus dibangun,” katanya.

Selain itu, Disnaker juga harus aktif membantu mengumumumkan adanya pekerjaan di sebuah perusahaan. Sepertilowongan pekerjaan untuk salah satu perusahaan beberapa waktu lalu.

“Kita mudahkan perusahaan untuk mengakses lowongan kerja. Jadi mereka bisa mudah untuk memasukkan lowongan kerja sesuai dengan spesifikasi masing-masing,” katanya.

Sementara itu, kepala dinas tenaga kerja Rudi Sakyakirti mengatakan bahwa untuk pelatihan 2018 ini, pihaknya akan lebih aktif. Beberapa perusahaan akan diberikan data peserta yang lulus pelatihan. Termasuk nomor ponsel peserta sehingga lebih mudah dihubungi pihak perusahaan.

“Misalnya Tunaskarya kita akan berikan daftar peserta pelatihan, biar pihak perusahaan saja yang menghubungi calon pekerja,”katanya.

Ratusan Pencaker ikuti seleksi pelatihan kerja di Disnaker Batam
Foto: Yulitavia / batampos

Menurut Rudi, saat ini angka pengangguran di Batam masih sangat tinggi. Ini bisa dilihat dari pencari kerja yang datang melamar ke kantor Disnaker beberapa waktu lalu.

“Masih tinggi angka pengangguran di Batam. Makanya pelatihan di tahun ini digelar untuk mengurangi angka tersebut,” katanya. (ian)

Respon Anda?

komentar