Pengendara melintas di jalan rusak jalan Marina City, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (2/2). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Proyek peningkatan jalan Marina City dari Pemerintah Provinsi Kepri di akhir tahun 2017 lalu mengecewakan. Jalan utama menuju kawasan wisata terpadu Marina dan Tanjungriau itu saat ini kembali rusak parah. Kerusakan jalan kembali terlihat merata di sepanjang jalan tersebut.

Iklan

Masyarakat pengguna jalan mempertanyakan keseriusan pemerintah dengan proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar itu. Warga menilai proyek tersebut asal-asalan saja untuk menghabisakan anggaran yang ada.

“Masa baru dua bulan, sudah begini kondisinya. Ini proyek untuk menambah kerusakan jalan bukannya memperbaiki. Padahal besar anggarannya. Diman keseriusan pemerintah kalau begini kondisinya,” ujar Safinus, warga Marina View, Marina, Senin (5/1).

Selama ini diakui Safinus, aktifitas kendaraan berat dan proyek memang selalu padat melintasi badan jalan itu, namun kerusakan jalan itu bukan sepenuhnya karena padatnya arus lalulintas tersebut. Kurangnya perhitungan pihak proyek dengan kondisi jalan yang diperbaiki menjadi faktor utama jalan tersebut tidak bertahan lama.

“Kerusakan jalan ini umumnya terjadi di lokasi yang terendam banjir dan di persambungan antara jalan aspal dan jalan yang disemenisasi. Inikan sudah kelihatan kalau perencanaan proyek itu tidak matang. Masa hal seperti itu tidak diperhitungkan,” tutur sesepuh warga Marina itu.

Anggota komisi III DPRD Kepri Irwansyah yang berasal dari dapil Sekupang, Batuaji dan Sagulung saat dimintai tanggapan mengaku sudah mengetahui persolan dan keluhan warga tersebut. Namun demikian dia enggan memberikan respon yang berlebihan sebab kerusakan jalan tersebut juga disebabkan oleh faktor alam.

“Itu lokasi banjir, bisa jadi karena itu. Tapi ini tetap akan saya sampai ke Pemprov agar ditinjau ulang,” ujar Irwansyah, kemarin.

Jika memang kerusakan jalan itu terjadi pada lokasi jalan yang baru diperbaiki maka sambung politis dari Partai Persatuan Pembangunan itu,pihak Pemprov berhak untuk memintah pertanggung jawaban kepada kontraktor pelaksana.

“Ada masa perawatan. Kalau baru beberapa bulan sudah rusak kan patut dipertanyakan. Harus ada tanggung jawabnya (dari kontraktor),” katanya.

Seperti yang diketahui awal Otober lalu, Pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri mengadakan proyek peningkatan jalan di sepanjang jalan Marina City. Proyek yang dikerjakan oleh PT Humbang Utama itu melakukan semenisasi di sejumlah titik jalan yang rusak dan rawan banjir.

Ikzan, pengawas proyek dari PT Humbang Utama saat itu menjelaskan, proyek peningkatan jalan itu terdiri penimbunan dan semenisasi lokasi jalan rusak depan perumahan Devin Premier dan juga penambalan semenisasi di jalan rusak di simpang perumahan Jupiter dan Permata Laguna. Anggaran proyek tersebut sekitar Rp 1,8 miliar. Namun demikia Ikzan tidak menjelaskan secara detail terkait rancangan pembangunan jalan tersebut.

Pihak PT Humbang Utama sendiri sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait rusaknya kembali jalan yang baru diperbaiki itu. Kantor kontraktor yang semula ada di lokasi perbaikan jalan itu sudah tak ada lagi. (eja)