batampos.co.id – Murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 08 Batuaji terancam memperpanjang masa numpang belajar mereka di gedung SDN 02 Batuaji yang berlokasi di belakang perumahan Putera Moro, Kelurahan Buliang hingga tahun ajaran baru nanti. Itu karena sekolah tersebut belum memiliki gedung sendiri.

Pihak sekolah mengaku belum mendapat arahan apapun dari Dinas Pendidikan ataupun Pemerintah Kota (Pemko) Batam terkait rencana pembangunan gedung sekolah mereka. Sudah empat tahun sekolah dengan jumlah total murid sebanyak 256 orang itu numpang belajar di gedung SDN 02.

Kepala SDN 08 Kamaliah mengatakan, sebelumnya memang sudah ada wacana pembangunan gedung sekolah tersebut di lahan fasum salah satu perumahan yang lokasinya tak jauh dari gedung SDN 02 itu. Namun wacana itu tak berjalan mulus sebab ditentang warga di perumahan tersebut yang tak bersedia fasum tersebut dijadikan sekolah.

“Sekarang belum ada lagi (wacana pembangunan gedung SDN 08) karena belum ada lahan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/2).

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah kembali dilanda perasaan was-was. Kamaliah kuatir jika tahun ajaran baru nanti mereka akan kewalahan mengatur lokal belajar kepada murid baru. Itu karena lokal yang disediakan oleh pihak SDN 02 untuk SDN 08 cukup terbatas.

“Lokal yang ada cuman dua. Sekarang saja sudah tak cukup karena ada delapan rombel di sini. Bagaimana mau nambah murid baru nanti,” kata Amaliah.

Dijelaskan Amaliah, selama ini pihaknya sudah cukup kewalahan mengatur jadwal belajar murid mereka. Karena keterbatasan ruangan belajar tersebut, pihaknya harus menerapakan sistem belajar tiga shift agar seluruh murid yang ada tercover dalam kegiatan belajar mengajar. Siswa kelas satu yang terdiri dari dua rombel masuk pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

foto: eusebius sara / batampos

Siswa kelas dua yang juga dua rombel belajar mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, selanjutnya sampai pukul 17.00 WIB kelas tiga dan kelas empat. Untuk mengakomodir lokal bagi siswa kelas tiga dan empat yang masing-masing ada dua rombel tersebut pihak sekolah terpaksa memakai lagi dua lokal dari SDN 02.

“Lokal yang kami pakai full (sepanjang hari) hanya dua. Nah shift ketiga ini ada empat rombel jadi mau tak mau kami harus pakai lagi dua lokal lain punya SDN 02. Untungnya saat siang, ada lokal SDN 02 yang kosong karena masuk normal mereka jadi bisa kami gunakan,” terangnya.

Sejauh ini sambung Kamaliah,kegiatan belajar mengajar di sana berjalan lancar sekalipun para guru harus bekerja sepanjang hari, namun demikian pihaknya tak menjamin jika ada peneriman murid baru ditahun ajaran baru nanti.

“Itulah yang kami kuatirkan. Mau dimana lagi murid baru itu belajar. Sekarang saja sudah pusing kami. Jangkan dua lokal, penambahan satu lokal lagi sepertinya sulit kalau tetap numpang seperti ini,” tuturnya.

Untuk itu Kamaliah berharap agar Dinas Pendidikan Kota ataupun Pemko Batam secepatnya memikirkan solusi dari persoalan itu agar tidak bermasalah saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) nanti.

Pihak Kecamatan Batuaji mengakui memang sudah berupaya keras untuk mengatasi persoalan itu. Bahkan untuk pembangunan unit sekolah baru juga sudah seringkali disampaikan dalam usulan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) namun belum bisa terwujud karena persoalan yang sama yakni lahan. Lahan yang semula direncanakan untuk pembangunan gedung SDN 02 itu memang sudah disuarakan ke Pemko Batam, namun belakangan tak bisa dibangun karena ditentang warga di sekitar lokasi lahan fasum itu.

“Warga tak mau lapangan (fasum) mereka jadi sekolah. Ini yang lagi kami usahkan agar secepatnya ada solusi. Kami upayakan lagi dalam musrembang tahun sekaligus mengkaji lagi lahan yang sesuai untuk rencana pembangunan gedung SDN 08 itu,” ujar camat Batuaji Ridwan, kemarin.

Ridwan mengakui memang kebutuhan unit sekolah baru ini sifatnya mendesak sehingga besar harapan agar secepatnya ditanggapi oleh Pemko Batam.

“Itu memang mendesak. Harus ada solusi sesegera mungkin karena PPDB tahun ajaran baru sudah dekat,” ujarnya.

Senada disampaikan perwakilan orangtua wali murid SDN08. Mereka berharap agar tahun ajaran baru nanti anak-anak mereka bisa belajar di gedung sekolah sendiri.

“Kasian karena harus masuk siang terus yang kelas tiga dan empat. Semoga secepatnya ada solusi,” ujar M Sinaga, perwakilan orangtua murid. (eja)

Respon Anda?

komentar