batampos.co.id – Amerika Serikat (AS) berjanji akan meningkatkan investasinya di Batam. Hal ini disampaikan Konsulat Jenderal Amerika yang berkedudukan di Medan saat berkunjung ke Kawasan Industri Batamindo, Rabu (7/2).

General Manager Batamindo Investment Cakrawala selaku pengelola Kawasan Industri Batamindo, Mook Soi Wah, mengatakan saat ini ada lima perusahaan asal AS yang membangun pabrik di Batamindo. Dalam pertemuan kemarin, rombongan Konjen AS berjanji akan membawa calon investor dari Amerika menuju Batam.

“Namun ini masih rencana, belum tahu kapan,” kata Mook di Wisma Batamindo, Rabu (7/2).

Mook mengatakan, kedatangan rombongan Konjen AS tersebut untuk mengetahui perkembangan terkini perekonomian Batam. Menurut dia, hal ini sangat penting diketahui bagi negara-negara asal investor di Batam seperti Amerika.

Dalam pemaparannya kepada Konsulat Jenderal Amerika, Mook menyampaikan bahwa seiring dengan membaiknya perekonomian global maka ikut juga mendukung pemulihan ekonomi domestik.

Pada tahun 2017, ekonomi global tumbuh hingga 3,6 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya tumbuh 3,2 persen. Di Amerika, pemulihan ekonomi terus berlanjut didorong oleh membaiknya kondisi tenaga kerja dan investasi.

Sedangkan di Eropa dan Jepang juga mengindikasikan berlanjutnya proses pemulihan ekonomi. Lalu di Tiongkok, pertumbuhan ekonominya cukup signifikan karnea didukung permintaan domestik yang cukup pesat.

“Kami sampaikan bahwa seiring membaiknya perekonomian dunia, kita harapkan imbasnya juga terjadi pada ekonomi di Batam,” jelasnya.

Adapun pihak Konsulat Konsulat Jenderal yang bertandang ke Batamindo antara lain Konsul Amerika untuk Sumatera yang berkedudukan di Medan, Juha Salin. Lalu ada Kabag Ekonomi Kedutaan Besar (Kedubes) AS Andrew Shaw, Staf Ahli Politik dan Ekonomi Konsulat AS di Medan Rachma Jaurinata, dan Asisten Ekonomi dan Pendidikan Hans Sukanto.

Juha Salin mengatakan, pemantauan kondisi ekonomi ini bertujuan untuk memberikan informasi perkembangan stabilitas politik dari sudut pandang iklim ekonomi kepada pebisnis Amerika yang berada di kawasan Batam. Situasi politik setelah pemilihan umum membantu perusahaan AS agar bisa memprediksi perubahan situasi ekonomi dan mengarahkan investasi.

ilustrasi

“Meski kebanyakan dari mereka (pengusaha, red) tidak terlalu peduli siapa yang terpilih, tapi mereka peduli dengan proses pemilihan agar bisa memprediksi perubahan situasi ekonomi terutama yang terkait dengan regulasi,” ujar Juha.

Di Batam sendiri, menurutnya, hanya ada beberapa investasi langsung Amerika seperti Mc Dermott. Tapi faktanya banyak perusahaan AS yang bermitra dengan perusahaan Singapura berinvestasi di Batam. Sehingga situasi ekonomi dan perubahan politik di Batam akan mempengaruhi bisnis mereka.

Kedutaan Amerika menyadari salah satu kota di Kepri bakal melangsungkan pemilihan umum yakni pemilihan Wali Kota Tanjungpinang. Juha mengakui salah satu agenda kunjungannya ke Kepri untuk membangun hubungan baik dengan kalangan pejabat dan pengusaha setempat. Juha bersama Andrew Shaw sempat bertemu Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan sejumlah pengusaha sehari sebelumnya.

Andrew Shaw pada kesempatan itu mengungkapkan, investor dari negeri Paman Sam itu masih melihat adanya halangan investasi di Indonesia salah satunya daftar negatif investasi (DNI). Pemerintah Amerika, lanjut dia, telah membangun dialog dengan pemerintah Indonesia untuk memperlonggar aturan DNI tersebut agar makin banyak investor AS di luar bidang usaha dalam DNI yang berinvestasi.

“Sayangnya pemerintah Indonesia masih membuat halangan yang merugikan investasi,” katanya.

Selain DNI, pemerintah AS melihat batas kepemilikan saham perusahaan asing atau foreign equity cap juga menjadi kendala masuknya investasi mereka ke Indonesia. Dengan aturan itu, perusahaan Amerika harus bermitra dengan perusahaan dalam negeri jika ingin membuka usaha di Indonesia. “Bagi investor, foreign equity cap sama saja dengan tidak berinvestasi,” ujarnya.

Terkait Batam, Andrew melihat Batam punya keunggulan dibanding daerah lain di Indonesia karena posisi strategis dekat dengan Malaysia dan Singapura serta berada di jalur tersibuk maritim di dunia. (spt/leo)

Advertisement
loading...