batampos.co.id – DPRD Kota Batam menyarankan agar SDN 002 dan SDN 008 di Buliang Batuaji dilebur menjadi satu sekolah. Hal ini seiring belum adanya terkait kejelasan lahan gedung sekolah di SDN 008.

“Kalau memang memungkinkan SDN 002 itu untuk dibangunkan RKB, ya udah dilebur aja SD 008 ini menjadi SD 002. Jadi gak perlu ada dua SD disitu,” ujar anggota Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari, Rabu (7/2).

Menurut Riky, jika sampai ke depan lahannya belum dibangun, imbasnya siswa disana akan terkendala pengurusan ijazah. Disatu sisi sekolah wajib mempunyai lokasi yang tetap dan permanen, sementara tidak boleh dua sekolah berbeda di lokasi yang sama. Karena nanti ujian nasional tak bisa dilakukan sendiri.

“Kalau saya solusinya simple saja, dilebur kedua sekolah itu. Kita rencana mau sidak disana memungkin atau tidak sekolah itu untuk digabung,” papar Riky.

Ia menambahkan, jika dirasa tak memungkinkan lahannya untuk ditambah kelas baru, solusinya rehabilitasi gedung SDN 002 menjadi tiga lantai seperti yang pembangunan SDN 009 Seibeduk di simpang dam.

“Kalau sekarang satu lantai, kita tambah jadi tiga lantai. Untuk itulah kita minta disdik mengusulkan anggarannya di APBD perubahan 2018 ini, karena ini masalah lama dan selalu kita ingatkan tentang hal ini,” lanjut Riky.

Terkait pembangunan SDN 008 sendiri, ia menilai disebabkan kurangnya perencanaan di dinas pendidikan Batam. “Kalau lahan belum tersedia, ngapain buka sekolah. Seharusnya setelah lahan pasti baru buka sekolah rintisan. Ini sampai 4 tahun, dan kita masih mencari dimana lokasi sekolah,” sesal Riky.

foto: eusebius sara / batampos

Ia juga tak bisa membayangkan SDN 002 yang saat ini belajar dua shift ditambah lagi SDN 008 menumpang disana. Padahal seharusnya dengan kurikulum 2013 ini sudah tidak boleh lagi dan double shift.

“yang jelas sudah pasti dana bosnya tidak dibayarkan. Kan lebih baik meneruskan bangunan yang sudah ada dari pada mencari lahan baru. Leburkan saja dua sekolah ini, terus tambah bangunannya,” jelasnya. (rng)

Respon Anda?

komentar