ilustrasi

batampos.co.id – Kebiasaan minum air putih minimal 2 liter air sehari tentu membuat seseorang buang air kecil lebih banyak, setidaknya 6-8 kali sehari. Namun, jika buang air kecil lebih dari 8-10 kali sehari, jangan disepelekan. Selain banyak minum, seperti dilansir dari Boldsky, Kamis (8/2), sembilan alasan ini bisa jadi penyebab kantung kemih tidak terkontrol sepanjang hari.

Terlalu Banyak Minum
Jika mengonsumsi cairan lebih dari 2 liter air sehari, bersama dengan cairan lainnya seperti kopi, teh, jus, maka secara alami akan merasa buang air kecil lebih sering. Namun, ini normal dan aman.

Kandung Kemih Lebih Kecil
Secara anatomis, setiap orang berbeda. Biasanya, kandung kemih kebanyakan orang bisa menahan hingga 2 gelas cairan, setelah itu keinginan untuk buang air kecil dimulai. Namun, pada beberapa orang, kandung kemih hanya bisa menampung 1 atau 1,5 gelas cairan, jadi mereka perlu segera buang air kecil daripada yang lain.

Dehidrasi
Sering buang air kecil karena jika tubuh tidak memiliki cukup air, bagaimana bisa menghasilkan air seni? Penelitian telah membuktikan saat mengalami dehidrasi, urin menjadi lebih terkonsentrasi. Air seni konsentrat bisa mengiritasi kandung kemih dan membuat seseorang merasa perlu sering buar air kecil meski tidak banyak yang keluar.

Batu Ginjal
Bisa jadi sering buang air kecil karena adanya batu ginjal. Biasanya, penyakit ini juga disertai gejala lain seperti sensasi terbakar saat buang air kecil, nyeri di punggung bawah dan daerah panggul.

Otot Pelvic Lemah
Jika otot di sekitar panggul atau daerah perut bagian bawah lemah, maka bisa mengakibatkan hilangnya kontrol kandung kemih pada banyak orang. Otot pelvis bertanggung jawab untuk membiarkan kandung kemih berkontraksi dan rileks saat dilewati urin. Jadi, jika otot pelvis cukup kuat, maka seseorang akan memiliki kontrol kandung kemih yang lebih baik.

Obat-Obatan Tertentu
Jika seseorang menggunakan obat tertentu yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, alergi kulit, depresi, dan lainnya, mereka juga bisa menyebabkan kandung kemih melemah sehingga lebih cepat buang air kecil.

Kista dalam Perut
Bila ada perkembangan kista fibroid di daerah perut bagian bawah, hal itu juga bisa menyebabkan sering buang air kecil karena kista dapat memberi tekanan pada kandung kemih.

Tekanan Darah Rendah
Jika tekanan darah lebih rendah dari biasanya, disertai gejala lain seperti pusing, mati rasa, kelelahan, dan sebagainya, sering buang air kecil juga bisa menjadi pertanda.

Menopause
Seorang wanita di atas usia 45 tahun sering mengalami masalah buang air kecil, karena merupakan salah satu tanda menopause. Perubahan hormonal yang terjadi di tubuh selama fase ini bisa mengiritasi kandung kemih dan sering menyebabkan buang air kecil.

(ika/JPC)

Respon Anda?

komentar