Pemandangan bandara letung pada malam hari. Jika bandara ini beroperasi dibutuhkan transportasi untuk mengangkut penumpang dari maupun ke bandara. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas meski memikirkan transportasi darat maupun laut jika bandara Letung sudah beroperasi secara optimal. Jika sudah beroperasi dipastikan semua penumpang yang turun maupun yang berangkat melalui Bandara Letung membutuhkan transportasi dari dan menuju bandara Letung. Apalagi sekarang ini sudah mulai ada maskapai yang melirik bandara Letung. Sementara saat ini belum ada transportasi yang jelas.

Pantauan di lapangan, untuk penumpang yang berasal dari Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur cukup membutuhkan transportasi darat. Namun untuk penumpang pesawat yang berasal dari Tarempa maupun dari Kecamatan Palmatak, tentunya membutuhkan lagi transportasi laut.
Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup KKA Drs. Nurman, mengatakan,  pihaknya masih memikirkan transportasi lanjutan untuk penumpang pesawat yang turun di Bandara Letung. Salah satu upaya, pihaknya akan membuat kapal penumpang khusus untuk angkutan penumpang pesawat dari Letung.
“Untuk transportasi laut, pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp4,5 milliar untuk membuat Fery cepat dengan kecepatan  30 knot dengan seat minimal 30 seat. “Saat ini sedang menyiapkan proses perencanaan desain kapal,” ungkap Nurman, kepada wartawan kemarin.
Diperkirakan meski hanya 30 seat dan jumlah penumpang pesawat lebih dari 30 orang, tapi diperkirakan sudah cukup karena ada perkiraan tidak semua penumpang merupakan warga Palmatak atau warga Siantan. “Memang hanya 30 seat, tapi kan tidak semua penumpang orang matak atau orang Siantan,” katanya lagi.
Untuk mengakali transportasi  dari dan menuju bandara Letung, pemda akan menyiapkan mobil pedesaan yang sudah ada saat ini. “Untuk sementara masih bisa gunakan angkutan pedesaan,” jelasnya. (sya)
Advertisement
loading...