Iklan
foto: putut ariyotejo / batampos

batampos.co.id – Batam bukan daerah penghasil. Hal ini kerap membuat harga pangan di daerah industri tak menentu, bahkan dalam beberapa kesempatan kerap naik. Untuk itu seiring perombakan Pasar Induk Jodoh kelak, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mempersiapkan gudang penyimpanan (cold storage).

Iklan

“Untuk cold storage ini kami sedang siapkan proposalnya dulu, sembari menunggu proses peralihan aset pasar induk,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam Zarefriadi, kemarin.

Ia mengatakan komoditi pangan yang akan didatangkan dari daerah lain dapat ditampung. Hal ini ia contohkan seperti di eropa yang notabenenya banyak negara bukan penghasil komoditi namun tetap tak masalah soal ketersediaan dan harga pangan. Cara ini dinilai efektif, karean selama ini alasan tingginya komoditi selalu ditenggarai kelangkaan barang.

“Kami sudah punya konsepnya soal ini (menstabilkan harga) tapi terkadang soal keadaan di lapangan, semua orang tahu betapa pentingnya pasar induk itu, tapi sekarangkan belum ada milik Pemko Batam,” ucapnya.

Ia mengaku, sembari menunggu hal ini, pihaknya kerap melakukan operasi pasar. Namun kenyataannya, belum ada perubahan yang berarti terkait upaya yang diklaim Zarefriadi tersebut. Selain itu, pasar murah juga akan kembali dilakukan tahun ini, tepatnya saat menjelang lebaran kelak.

“Sekarang mau gimana lagi sekarang angin (cuaca) lihatlah. Tapi tetap kita pantau, asal jangan naik terlalu tinggi dan kenaikan kami pikir untuk beberapa komoditi saja,” kata dia.

Sementara itu Kapolresta Barelang Kombes Hengky mengungkapkan, kenaikan harga beberapa komoditi terjadi karena ulah pengecer nakal. Ia menyampaikan, pada distributor justru dalam batas wajar. “Kami imbau dulu, penindakan bisa di Disperindag dulu. Soal kartel, penimbunan dan monopoli harga kami (polisi) akan tindak,”terang Hengki.

Soal ini, Kepala Disperindag Kepri Burhanuddin mengklaim sudah beberap kali pihaknya menindak temuan dilapangan bersama Satgas Pangan yang dikoordinir Polda Kepri. Ia meminta kepada masyarakat agar dapat melaporkan langsung ke pemerintah dan polisi. Ia memastikan penindakan tingkat pengecer dapat dilakukan.

“Kita tegas soal ini, soal pengecer itu bisa ditindak apalagi yang kartel-kartel,” imbuhnya.

Terkhusus beras, ia mengatakan kini pemerintah pusat melalui Kementrian Perdagangan mengambil langkah impor. Namun demikian hingga kini belum ada keputusan angka untuk Batam.

“Cadangan beras kita menipis, saya lupa angkanya. Impor ini kalau dilakukan, harga yang naik sekarang pasti turun,” ucap dia. (adi)