Abdul Haris. F. Dokumentasi Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, akan membentuk Tim  verifikasi kecil untuk melakukan survei pada perkembangan penduduk yang terus membangun rumah di sekitar Sungai Sugi. Pembangunan rumah penduduk yang tinggal tidak terkontrol tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan penyempitan dan penyumbatan aliran sungai. Sehingga bisa menjadi salah satu penyebab banjir.

“Peristiwa banjir yang terjadi dan mengakibatkan korban jiwa menjadi pelajaran berharga untuk menata aliran sungai jangan sampai tersumbat,” Kata Haris Kamis (8/2)
Tim verifikasi kecil yang dibentuk nanti akan diketuai oleh Asisten II yang beranggotakan dari Dinas Perkerjaan Umum Camat, lurah Tarempa serta akan melibatkan masyarakat di dalamnya. Tim yang dibentuk nantinya akan bertugas menentukan titik lokasi mana yang rawan banjir. Setelah itu akan dibuat tanda untuk tidak boleh pembangunan rumah diatas lokasi tersebut. “Kita akan tandai lokasi-lokasi mana yang tidak dibenarkan untuk di bangun,” ujarnya.
Tim kecil ini nanti tambah Haris juga akan  mendata rumah-rumah yang saat ini dibangun dilokasi  yang rawan dengan titik banjir. Nantinya akan dikoordinasikan untuk  dipindahkan dan dicarikan tempat baru. “Ini semata-mata kekhawatiran bencana lalu kembali terulang, jangan pula dipelesetkan bupati nak mindahkan rumah masyarakat jangan,” jelasnya.
Mau tak mau hal ini mesti dilakukan, sungai sugi mesti dihijaukan, agar aliran air dapat mengalir dengan leluasa, karena padatnya rumah penduduk  akan berbahaya apabila hujan terjadi air tersumbat maka banjir akan terjadi.”Ini juga usulan dari masyarakat agar bencana silam tidak lagi terulang,” tandasnya.
Haris mengaku dirinya bersama Wakil Bupati KKA Wan Zuhendra, telah melaksanakan survei memantau pertumbuhan penduduk di titik-titik aliran air. “Kita telah melihat dan mereka-reka membuat jalur air agar tidak tersumbat,” jelasnya. (sya)