Seorang pekerja toko sembako Multi Sukses dipasar Mega Legenda mengangkat karung beras saak akan disusun , Rabu (7/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Satgas Pangan Polda Kepri memanggil para distributor beras yang ada di Kota Batam, Rabu (8/2) lalu. Pada pertemuan itu, para distributor mengakui naiknya harga beras akibat terjadinya kelangkaan di Jawa. Sehingga menyebabkan distributor membeli harga lebih mahal dari biasanya.

“Tapi mereka mengakui hanya untuk beras premium saja. Yang medium tak ada masalah,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga, Kamis (8/2).

Beras yang dipasok di Batam, kata Erlangga diambil oleh distributor dari Cipinang.

Terkait dengan harga beras yang melebihi HET ini, satgas pangan Polda Kepri akan berkoordinasi dengan instansi yang terkait untuk mencari solusi. Hal ini dilakukan supaya harga beras kembali normal seperti sediakala.

Untuk menindak penjual tidak bisa dilakukan. Karena harga beras yang mereka beli di Jawa sudah dipatok cukup tinggi, sehingga tidak memungkinkan menjual lagi di Batam dengan harga sesuai HET. “Satgas pangan akan koordinasi dulu untuk mencari kebijakan yang baik,” ungkap Erlangga.

Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Batam, Agung Rohman mengatakan pihaknya secara priodik telah mengirimkan harga beras ke bulog pusat. Agar Bulog pusat mengetahui harga beras di Batam.

“Selalu kami kirimkan,” tuturnya.

Agung mengklaim juga telah melakukan operasi pasar sejak Desember tahun lalu. Operasi pasar ini tidak hanya langsung diberikan masyarakat, tapi juga ke pedagang. Beras-beras kelas medium itu, kata Agung telah dijual ke pedagang yang ada di Batam dengan harga jauh di bawah HET (harga eceran tertinggi).

“Kami di kelas medium saja jualnya, bukan premium,” ucapnya.

Selain menjual ke pedagang. Agung mengakui beras kelas medium ini bisa dibeli masyarakat di outlet-outlet yang masuk dalam jaringan bulog.

“Ada di rumah sahabat pangan. Harganya pun dibawah HET,” tuturnya.

Agung mengungkapkan masyarakat tidak perlu khawatir, soal stok beras milik Bulog. Karena dalam satu semester ini, stok beras bulog untuk Kepri sangat mencukupi.

Terkait naiknya harga beras di pasaran, selain operasi pangan apakah Bulog akan membuka keran impor? Agung menuturkan tidak bisa serta merta membuka keran impor. “Walau bisa, tapi tetap kebijakan itu di pusat. Kalau pusat meminta buka, kami laksanakan. Jadi bisa dibilang kami hanya pelaksana lapangan saja,” ucapnya. (ska)

Respon Anda?

komentar