Seorang pekerja toko kelontongan Multi Sukses di Pasar Mega Legenda sedang melayani warga yang akan membeli beras, Rabu (7/20. Harga beras ditoko tersebut berkisar 13.500 per kilo. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Batam Mardanis, memastikan stok beras Batam sejatinya cukup. Data sementara yang masuk yakni 7 ribu ton, angka ini dipastikan bertambah sembari menunggu laporan distributor lain.

“Kebutuhan kita satu bulan sekitar 10 ribu ton, data yang sekarang ini cukup karean ada juga yang belum lapor,” sebut Mardanis, Rabu (7/2) siang.

Ia menolak pendapat yang mengatakan jika tingginya harga beras disebabkan karean kelangkaan stok beras. Menurutnya kenaikan justru terjadi karena kecenderungan masyarakat pada jenis tertentu dari komoditi beras. Belum lagi beras yang kini diedarkan bulog yang sudah pasti menjual dengan harga yang ditentukan pemerintah.

“Misal pada mau beras Pandan Wangi, banyak yang minta tentu harganya naik. Padahal kalau beras premium dan medium merk lain harganya tak masalah,”ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam Zarefriadi memastikan tak ada permainan stok yang berimbas pada harag di level distributor, bahkan beberapa kali pihaknya terus berdiskusi dengan distributor.

“Di Batam ini tak masalah (permainan stok). Tak ada buka tutup kran dari mereka,” ujarnya.

Namun kejadia yang tak terelakkan di pasar, harga beras mencapai Rp 15 ribu. Ia mengaku sejauh ini pihaknya berharap suplai bulog terkait kuota impor beras oleh pemerintah pusat dan Bulog yang disebar ke Batam.

“Tunggu impor itu, Disperindagkan tak bisa impor, biasanya bulog,”kata dia.

Ia juga tak menampik jika harga kini banyak yang melewati batas harga eceran, namun ia mengaku tak bisa berbuat banyak karean untuk beberapa jenis atas komiditas tertentu mahal. “Itu melanggar HET, tapi solusinya sekarang kan belum ada. Yang kami lakukan untuk monitoring dan operasi pasar juga sering,”imbuhnya. (adi)

Respon Anda?

komentar