batampos.co.id – Terkait tiga truk yang diduga mengangkut limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) yang terparkir di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan akan segera mengecek ke lapangan.

“Kami belum bisa pastikan apa itu benar limbah B3 atau tidak, tapi setelah menerima laporan ini kami akan cek ke lapangan, karena pengangkutan limbah B3 khusus,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan, Asri yang dihubungi, siang kemarin.

Dalam pengangkutan limbah, ia menjelaskan, seharusnya perusahaan mengajukan permohonan pengecekan limbah. Setelah itu, baru dilakukan pemeriksaan terhadap transportasi yang mengangkut limbah karena pengangkutan limbah harus dilakukan transportasi khusus.

Sejauh ini, katanya sampai Februari tahun 2018, baru 3 perusahaan di Kawasan Industri Bintan, Lobam yang mengajukan permohonan pengecekan limbah ke pihaknya. “Jika sudah diajukan permohonan, baru dicek sebelum limbah diangkut,” katanya.

Sebelumnya, tiga truk yang mengangkut limbah B3 tertahan tidak bisa menyeberang menggunakan kapal RoRo dari Tanjunguban ke Batam, karena pihak Syahbandar Tanjunguban tidak mengizinkan limbah itu diangkut kapal RoRo. Akibatnya, tiga truk itu tertahan sejak lima hari yang lalu di pelabuhan ASDP Tanjunguban.

Supervisor ASDP Tanjunguban, Astuni yang dihubungi sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah meminta petugas keamanan untuk memperingati sopir lori agar tiga truk itu keluar dari kawasan pelabuhan. Sebab, pihak Syahbandar tidak mengizinkan tiga truk bermuatan limbah itu diangkut dengan kapal RoRo.

“Khawatir kalau terjadi sesuatu, apalagi kapal roro kan mengangkut penumpang dan kendaraan,” katanya. (met)

Respon Anda?

komentar