Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bersama Gubernur Kepri Nurdin Basirun di acara Gerakan Indonesia Sadar Administrasi di Hotel Harmoni One, Kamis ( (8/2). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan pihaknya sangat mendukung program nasional Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) yang bertujuan untuk tertib data kependudukan. Dengan GISA semua akan punya data valid terhadap satu penduduk Indonesia satu data administrasi kependudukan.

Iklan

“Kita ingin Kepri khususnya dan Indonesia umumnya setiap masyarakatnya tertib. Mereka semua punya data kependudukan, terdata dengan baik. Dengan demikian ini akan memudahkan kita dalam rangka menjalankan tugas membangun daerah dan bangsa ini,” kata Nurdin saat Pembukaan Rakornas I Kependudukan dam Pencatatan Sipil di Hotel Harmoni One, Batam, Kamis (8/2).

Rakornas ini mengusung tema “Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) Menuju Sukses Pilkada Serentak 2018 Dan Pemilu 2019″.

Nurdin menambahkan, Kepri yang merupakan miniatur Indonesia sangat merasakan manfaat dari kebijakan tersebut. Karena kebijakan ini membuat jadi tahu masyarakatnya asal usulnya, pekerjaan, daerah tempat tinggalnya, hingga status. Itu semua sangat memudahkan dalam menentukan langkah membangun Kepri.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhukam), Kemendagri dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kemendagri dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo), serta Kemendagri dengan Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menekankan kegiatan GISA sejauh ini telah menyelesaikan tugasnya yakni melayani data kependudukan melalui KTP elektronik mencapai 97,4 persen. Sedang untuk Kartu Keluarga telah mencapai 98 persen. “Sisa dua persen mudah-mudahan kita rampungkan dalam waktu dekat,” janji Tjahjo.

Dilanjutkan Mendagri, keberhasilan program ini sangat bergantung sekali dengan partisipasi masyarakat. Karenanya dia berharap sekali, program ini bisa selesai 100 persen sebelum akhir tahun. Meski demikian saat ini data kependudukan, kata Mendagri, sudah siap dipakai untuk data pemilukada di seluruh daerah.

Mendagri juga memastikan semua data kependudukam sekarang ini memberikan kemudahan berbagai urusan dan keperluan. “Dengan kata lain siapapun dari kita yang menginginkan data satu orang, tinggal klik Nomor Induk Kependudukan (NIK) semua yang kita inginkan ada disitu,” jelas Mendagri.

Sementara Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya dan kerja serius menjadikan penduduk negeri ini punya satu data valid akan kependudukan melalui administrasi kependudukan Indonesia.

Tertata rapi data penduduk, kata Zainudin, tentu akan memudahkan dalam mengambil berbagai kebijakan. Berbagai kebijakan dalam membangun bisa tepat dan akurat karena telah memiliki data kependudukan yang benar. “Saya mengistilahkan tugas mulia di kependudukan adalah tugas dari lahir sampai mati, ” jelasnya.

Dirjend Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fahrullah menjelaskan, rakornas ini diikuti 1.600 peserta dari 34 provinsi se-Indonesia. Dengan rakornas ini, pihaknya berharap bisa segera menyelesaikan pelaporan data penduduk secara riil seluruh warga negara Indonesia. (bni)