Rudy Chua. F: Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Legislator Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua yang membidangi persoalan keuangan mendukung rencana pemutihan Pajak Kenderaan Bermotor (PKB) bagi wajib pajak yang menunggak. Menurutnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2018 harus lebih baik dari tahun lalu.

“Pemutihan PKB memang perlu dilakukan. Karena bisa menjadi solusi bagi wajib pajak kenderaan yang menunggak,” ujar Rudy, kemarin.

Selain itu, politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kepri tersebut juga menyoroti terkait Bea Balik Nama Kenderaan Bermotor (BBNKB). Ia melihat banyak kenderaan dengan nomor polisi (Nopol) luar daerah yang berada di Kepri. Padahal dimiliki masyarakat Kepri.

“Kita juga perlu membuat terobosan pemutihan juga pada BBNKB. Dengan harapan, bisa meningkatkan nilai PKB di 2019 nanti,” jelas Rudy.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Tanjungpinang itu menegaskan, Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2Rd) Kepri harus mendata berapa jumlah penunggak PKB di Kepri melalui Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsa) di daerah. Diakui Rudy, PAD dari sektor pajak ada sumber utama bagi kekuatan finansial daerah.

“Jika perhitungan BP2RD ada sekitar Rp 50 miliar PKB yang tidak tertagih, artinya ada ribuan wajib pajak pemilik kenderaan yang lalai membayar pajak,” tegasnya.

Ditambahkannya, sembari menunggu berlakunya pemutihan, BP2RD juga harus meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya membayar pajak. Karena jika sistem kerja hanya menunggu, sulit untuk mengejar target yang sudah ditetapkan.

“Kalau tingkat kesadaran masyarakat tinggi dalam membayar pajak, target bisa tercapai. Tapi jika sebaliknya, tidak cukup dengan menunggu,” tutup Rudy.

Sebelumnya, Kabid Pendapatan, BP2RD Kepri, Herman Prasetyo mengatakan, untuk perolehan PKB Kepri tahun 2017 lalu adalah sebesar Rp 365.843.682.000 dari target Rp 354.831.803.445. Capaian tersebut menunjukan tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak terjadi perubahan. Bahkan perolehannya lebih kurang 109 persen dari target.

Sedangkan target kerja yang diharapkan pada 2018 ini juga mengalami peningkatan. Khususnya dari sektor PKB, jika di 2017 diproyeksikan sebesar Rp 354.831.803.445. Maka di tahun ini dari Januari sampai Desember 2018 sebanyak Rp 412.774.825.000.(jpg)

Advertisement
loading...