Iklan
Aktivitas Pasar Inpres Tarempa pasca dilanda banjir mulai bergeliat. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Stok sembako di Kabupaten Kepulauan Anambas berangsur pulih setelah beberapa hari mengalami kekurangan sembako pada pertengahan bulan Januari lalu akibat banyak pedagang Kelontong yang kehilangan beras karena terendam banjir. Apalagi saat itu transportasi laut sempat tidak lancar.

Iklan

“Sekarang ini sudah mulai stabil, walaupun ferry jarang berlayar, tapi masih ada kapal sembako rute Jakarta-Anambas selain tol laut,” ungkap salah satu pedagang Kelontong di pasar Inpres Tarempa Hizkia, Kamis (8/2).

Karena sudah mulai stabil, maka harga sembako juga stabil. Untuk beras rata-rata dijual dengan harga Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu per kilogram. Seperti beras coin yang paling laku di Anambas dijual dengan harga Rp 145 ribu per karung 10 kg. “Memang pernah ada kenaikan harga, tapi sudah 3 minggu yang lalu, untuk yang sekarang, sudah tidak ada kenaikan harga lagi,” jelasnya lagi.

Sementara meski status darurat bencana sudah dicabut, tapi masih ada pedagang yang sampai saat ini masih trauma dan belum berani untuk belanja barang dagang khususnya beras. Karena masih khawatir akan terjadi banjir susulan.

Apalagi beberapa hari setelah banjir melanda kota Tarempa, sering muncul pemberitaan di tv maupun peringatan dari Bakesbangpol Kabupaten Kepulauan Anambas jika cuaca di Anambas masih extream.

“Memang belum belanja, nunggu benar-benar sudah aman,” ungkap salah satu pedagang Kelontong di pasar Inpres Tarempa, kemarin. (sya)