batampos.co.id – Kantor Imigrasi Batam berjanji akan mempermudah perizinan terkait investasi, contohnya visa kerja dan kartu izin tinggal sementara (kitas). Imigrasi Batam berencana memangkas persyaratannya.

“Kami ingin berikan kemudahan bagi pebisnis atau investor asing serta direksi perusahaan asing untuk masuk Batam,” ujar Kepala Imigrasi Batam, Lucky Agung Binarto, Rabu (7/2) saat menyambut kedatangan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo di Kantor Imigrasi Batam.

Lucky mengatakan regulasi terkait hal tersebut tengah disiapkan oleh pemerintah pusat. Presiden Jokowi juga sudah menginstruksikannya.

Sebagai gambaran, regulasi itu nanti mengatur orang asing yang masuk ke Indonesia dengan tujuan untuk berinvestasi, berbisnis hingga memimpin perusahaan.

“Sedang disusun. Tapi kami akan berikan kemudahan pebisnis dan investor serta direksi perusahaan asing. Semua sesuai dengan harapan Presiden,” katanya lagi.

Namun, persyaratan perizinan yang akan dipangkas hanya sampai untuk tingkat direksi. Sedangkan yang setingkat dibawah direksi, maka akan menjalani pengawasan ketat. Persyaratannya juga tidak akan dipangkas.”Kalau jabatan dibawah direksi tetap harus lewat seleksi ketat,” paparnya.

Untuk penerapannya, regulasi yang tengah digodok tersebut masih akan ditindaklanjuti di Dirjen Imigrasi.”Nanti akan ditindaklanjuti pada kerjasama tingkat direktur,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Batam, pada tahun 2016, mereka sudah menerbitkan 7.196 Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas). Dan pada tahun lalu hingga November, mereka sudah menerbitkan 5537 Kitas.

Di tempat yang sama, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan ingin bersinergi dengan Kantor Imigrasi Batam untuk meningkatkan layanan perizinan terkait izin tenaga kerja asing.

“Dalam membangun ekonomi harus sinergi BP dengan instansi lain. Kami ingin menanyakan hal-hal baru terkait investasi dan pelaku usaha,” jelasnya.

Jika Kantor Imigrasi Batam segera memangkas pezinan tersebut maka akan menjadi kabar baik bagi pimpinan perusahaan asing bersama investor.

BP Batam kata Lukita siap mendukung upaya imigrasi di pintu masuk pelabuhan dan udara. Mereka akan memberikan fasilitas untuk menunjang tugas imigrasi.

Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto juga mengungkapkan dulu banyak investor yang mengeluhkan lambannya pengurusan dokumen imigrasi seperti Kitas.”Dulu lama, kata pihak industri bisa berminggu-minggu,” ujarnya.

Namun saat ini, pengurusan Kitas diklaim bisa selesai dalam waktu dua hari.”Makanya sekarang kita komunikasikan, ada kendala sedikit memang tentang peraturan. Tapi sekarang dua hari selesai,” paparnya.

Apalagi sekarang, Kantor Imigrasi Batam akan menjadi bagian dari sistem besar Online Single Submission (OSS) yang akan diterapkan pada Maret nanti.

“Kan OSS itu sudah disandingkan dengan sejumlah instansi terkait lainnya,” jelasnya.

Kepala Imigrasi kelas I Batam Lukcy Agung memberikan penghargaan kepada pegawai Imigrasi berprestasi pada acara Hari Bhakti Imigrasi, Jumat (26/1), lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Dengan demikian maka setiap data masyarakat yang mengurus perizinan di Mal Pelayanan Publik (MPP) langsung terkoneksi dengan database pihak imigrasi.

“Ini semua berlangsung dengan harapan bahwa upaya ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga masyarakat sejahtera,” ungkapnya.

Permasalahan mengenai dokumen imigrasi ini pernah dikeluhkan oleh investor dari Jepang yang tergabung dalam Batam Japan Club.

Mantan Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami pernah mengungkapkan pengurusan visa kerja masih menjadi kendala bagi investor asing di Batam, Kepri.

Sebab, untuk mendapatkan visa kerja saja butuh waktu tiga hingga empat minggu. Bahkan sampai dua bulan untuk mengeluarkan visa kerja.

“Dari segi pengurusan izin sekarang ini cepat. Namun untuk imigrasi, memang proses dapatkan visa agak sedikit panjang karena ada sistem baru yang diterapkan pemerintah pusat,” katanya.

Keluhan ini merupakan pendapat langsung yang dikemukan oleh investor-investor Jepang yang bergabung dalam Batam Japan Club.

Batam Japan Club memiliki anggota sebanyak 40 perusahaan. Namun yang hadir dalam business gathering kemarin hanya 28 perusahaan.

“Sekarang ini investor butuh kecepatan waktu. Karena harus mendatangkan teknisi lebih cepat untuk perbaiki berbagai macam masalah teknis,” jelasnya.(leo)

Advertisement
loading...