batampos.co.id – Pelaku usaha tidak perlu terlalu cemas dalam menghadapi tahun politik. Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan bahwa justru pada tahun ini pemerintah akan semakin menggenjot kinerjanya.

Iklan

Penilaian JK itu ditegaskan saat bertemu dengan pengurus Institute Lembang Sembilan di Kantor Wakil Presiden, Kamis (7/2). Sekjend Institute Lembang Sembilan Eva Kusuma Sundari menuturkan ada kecenderungannya di tahun politik orang banyak ngomong lupa kerja. Nah, JK mematahkan anggapan tersebut.

“Menurut beliau kampanye yang paling telak efektif apabila bisa menunjukkan kinerja ekonomi terutama pertumbuhan ekonomi. Syukur-syukur bisa melampaui target yang sudah ditetapkan saat ini lima tiga, lima empat,” ujar dia usai bertemu JK kemarin.

Dia menuturkan bahwa JK percaya bila semua pihak bersinergi dan tidak bekerja sendiri-sendiri pertumbuhan ekonomi itu bisa sampai enam persen. Karena pada tahun politik seharusnya fokus kepada pencapaian ekonomi. Bukan sebaliknya.

“Tadi dicontohkan beliau bagaimana kita shock bagaimana pertumbuhan ekspor kita itu lambat dibanding negara yang lain terutama Thailand dan Vietnam,” ujar dia.

Salah satu penyebab ekspor yang tidak menggembirakan itu adalah karena kelambanan Indonesia untuk mempunyai free trade agreement (FTA ) dengan negara target ekspor. Sehingga Indonesia harus kerjasama dengan negara lain seperti Thailand untuk beberapa komoditas. “Sehingga mengeluarkan biaya-biaya yang tidak perlu sekaligus tidak cepat,” ujar dia.

Pria yang berpengalaman tiga kali mengikuti Pemilihan Presiden itu menuturkan bahwa mesin birokrasi pemerintah yang dijalankan oleh Apartur Sipil Negara (ASN) itu tetap berjalan. Lantaran mereka tak boleh ikut partai politik dan ikut serta dalam kampanye. Meskipun, bisa jadi menteri dari partai politik sibuk berkampanye atau mencalonkan diri. Tapi, menteri dari kalangan profesional juga masih banyak.

“Justru pengalaman saya tahun politik ini pemerintah makin menggenjot agar kelihatan ada prestasinya. Terlihat kalau anda ingat tahun 2009, 2014 kemarin tidak ada, tidak slow down,” ujar JK saat menerima tim Jawa Pos di Kantor Wakil Presiden, Senin (5/2) lalu.

Bukan hanya menteri, meskipun preside ikut serta dalam berpolitik tapi para direktur jenderal di kementerian juga tetap bekerja. Dia memastikan ASN tetap akan bekerja seperti biasa. Lembaga pendidikan juga akan berjalan seperti hariannya. “Tidak terpengaruh,” tegas dia.

Meskipun begitu, dia mengakui kalau para pebisnis juga menunggu dan melihat situasi. Tapi, banyak sektor di bisnis yang tidak terkait langsung dengan dunia politik. Retail misalnya.

“Apa hubunganya pemilu dengan retail, tidak ada hubungannya. Tetap butuh makanan, tetap butuh baju, tetap butuh mobil,” ujar pria berlatar belakang pengusaha itu. Tapi, dia tak memungkiri memang ada hubungan antara politik dan ekonomi. Namun tak besar. “Tidak menyebabkan orang langsung anjlok,” tega JK. (jun/jpg)