batampos.co.id – Perhelatan ajang ratu kecantikan virtual Kazakhstan diwarnai kekacauan ketika salah satu finalis mengungkapkan identitas sejatinya.

Iklan

Kehebohan itu bermula ketika seorang finalis bernama Alina Alieva mengungkapkan nama sebenarnya adalah Ilay Dyagilev, berjenis kelamin pria dan berusia 22 tahun. Pengakuan itu dia sampaikan 2 hari setelah ia ditetapkan sebagai finalis Ratu Kecantikan Virtual Kazakhstan.

Dia kemudian mengatakan panitia penyelenggara Ratu Kecantikan Virtual Kazakhstan telah ditipu. Ilay memutuskan untuk mengakui identitas sebenarnya karena menganggap dirinya telah melampaui batas.

“Saya berhasil sampai ke tahap akhir dan memutuskan untuk mengungkapkan identitas sebenarnya karena saya pikir sudah melampaui batas,” katanya, seperti yang dilansir Daily Mail pada 6 Februari 2018.

Juri langsung memutuskan untuk mendiskualifikasi pria yang kehadirannya telah menyisihkan 4.000 calon ratu kecantikan lain, sebelum sampai ke final. Dia dianggap memberi informasi tidak jujur tentang dirinya sendiri.

Posisinya kemudian digantikan semifinalis yang gagal, Aikerim Temirkhanova, 18 tahun. Aikerim meraih poin 1975 di semifinal, sementara Alina meraih skor 2012.

Alina menuturkan, dirinya mengikuti kompetisi itu untuk membuktikan kepada teman-teman wanitanya yang selalu berdebat tentang siapa yang lebih cantik.

“Teman-teman saya dan saya sering bertengkar tentang kecantikan dan saya telah memutuskan untuk ikut serta dalam kompetisi ini karena saya memiliki kecantikan alami. Banyak anggapan bahwa wanita akan terlihat sama dalam berpakaian dan tampil bergaya sesuai tren, tapi saya tidak setuju,” ujarnya.

Ini bukan kejadian pertama di dunia ketika panitia terkecoh oleh jenis kelamin pesertanya. Tahun lalu di Rusia, seorang siswa laki-laki, Andrey Nagorny, 20 yang mendemonstrasikan pakaian dalam wanita telah memenangkan kompetisi. Pria itu mengenakan celana dalam dan make up pacarnya.

Ia mengenalkan dirinya sebagai Avacado. Begitu penyelenggara mengetahui identitas aslinya, dia dikeluarkan dari kompetisi.

Kompetisi ratu kecantikan virtual Kazakstan merupakan ajang penilaian foto di dunia maya. Pemenangnya ditentukan oleh jumlah suka pada foto yang diunggah ke Instagram. (CNN/jpg)