ilustrasi

batampos.co.id – Batam akan menuju era pemukiman vertikal. Ketua Badan Diklat DPP REI, Priyanto mengatakan tahun ini pembangunan perumahan tapak akan dibatasi. Sehingga pengembang harus mulai belajar untuk mengembangkan rumah keatas.

“Untuk bisa memberikan pengetahuan kepada pengembang pemula, maka kami memberikan pembekalan bagaimana membangun apartemen yang sesuai peraturan,” ujar Priyanto saat membuka Diklat DPD REI Batam bersama BTN di Ibis Hotel, Kamis (8/2).

Proses pembekalan tersebut meliputi pemahaman mengenai aturan perizinan, aturan konstruksi, aturan perpajakan, jual beli, dan pengelolaan termasuk mengenai tata ruangnya.”Sehingga pemukiman yang dibangun nanti sesuai keinginan pemerintah,” ucapnya.

Dalam diklat ini, REI Batam menghadirkan sejumlah pembicara yang handal di dunia properti khususnya pemukiman vertikal seperti apartemen atau rumah susun. “Jadi pembicara yang datang ini, benar-benar sudah menguasai. Misalnya dari sisi pemilihan lokasi, ada Dirut PP Properti pak Taufik, untuk perhitungan bangunan kami undang dari Ciputra Grup, untuk pengelolaan dari Podomoro. Sementara dari sisi marketingnya, kami undang grand marketing Andi Natanael. Jadi mereka-mereka ini yang betul menguasai dan bergerak di bidang apartemen,” tuturnya.

Batam yang merupakan kawasan khusus juga menjadi perhatian dari pemerintah sehingga mereka mengundang pihak dari BP Batam dan BPN Batam untuk memberikan pemahaman mengenai aturan khusus pertanahan di Batam.

“Batam itu beda dengan daerah lain. Makanya ada juga kami undang notaris. Di Batam undang-undang yang digunakan sama, tapi memiliki karakteristik berbeda,” ungkapnya.

Salah satu anggota REI yang sudah memulai pembangunan apartemen Puri Kahyangan. Selain itu, menurut dia beberapa anggota REI yang juga punya lahan landed sudah mulai bersiap-siap untuk pembangunan proyek apartemen. “Kemungkinan mereka juga tidak hanya mengembangkan di Batam, tapi juga di daerah lain,” imbuhnya.

?Diklat ini berlangsung selama tiga hari dan peserta akan mengikuti diklat sesuai dengan materi yang disiapkan panitia. Ia pun berharap para peserta bisa secara aktif bertanya dan sharing bersama para pembicara. “Tanyalah sebanyak mungkin. Kita bukan melakukan seminar, tapi seperti teman. Supaya Anda tahu dan memahami materi-materi yang ?diberikan. Kita akan coba memecahkan kendalanya bersama-sama,” katanya.(leo)

Respon Anda?

komentar