batampos.co.id – Jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam mengklaim menemukan sekitar 1 ton sabu di kapal asal Taiwan, Sunrise Glory, Jumat (9/2/2018). Kapal tersebut sebelumnya ditangkap oleh jajaran Gugus Keamanan Laut Wilayah Barat (Guskamlabar) pada Rabu (7/2) lalu sebelum akhirnya diserahkan ke Lanal Batam pada Kamis (8/2).

Iklan

Kabar penemuan sabu seberat satu ton itu cukup mengagetkan. Sebab saat ekspos pada Kamis (8/2) lalu di Pelabuhan Batuampar, Batam, petugas mengaku hanya menemukan jaring dan bola pelampung. Bahkan patugas tidak menemukan ikan, meskipun awalnya empat kru turut diamankan menyebut Sunrise Glory merupakan kapal tangkap ikan.

Terkait hal ini, Komandan Guskamlabar Laksamana Pertama Bambang Irwanto memiliki penjelasan. Kata dia, sabu seberat satu ton itu disembunyikan di bagian palka bawah kapal. Sehingga saat pemeriksaan pada Rabu dan Kamis lalu, petugas tidak melihatnya.

“Awalnya tidak kelihatan. Lalu kami menggunakan anjing pelacak untuk menemukannya,” kata Bambang, Jumat (9/2).

Irwanto mengatakan, sebenarnya sejak awal jajarannya sudah curiga bahwa kapal yang menggunakan sejumlah bendera dari negara yang berbeda (multi-flag) itu membawa narkoba. Namun pihaknya perlu memastikannya.

Karenanya, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri. “Sore (Jumat, red) baru kami temukan, bersama dengan BNN,” tuturnya.

Irwanto mengakui, penemuan sabu seberat satu ton di kapal asing ini menjadi perhatian serius di instansinya. Bahkan ia memastikan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan langsung terbang ke Batam untuk mengecek sendiri sabu satu ton tersebut, Sabtu (10/2) hari ini.

“Panglima akan ke sini. Besok akan kami ekpose,” ujarnya, tadi malam.

Penemuan sabu satu ton ini dibenarkan juga oleh Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama (Laksma) Eko Suyatno. Namun ia enggan menjelaskan secara detil.

Anggota TNA AL sedang menjaga satu kapal bernama Sunrise Glory yang diduga melalukan pemalsuan identitas yang ditangkap oleh Guskamla Armabar saat ekpos di Pelabuhan Batuampar, Kamis (8/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Besok (hari ini, red) saja untuk penjelasan lengkapnya. Barang buktinya sekitar segitulah (satu ton),” ucapnya.

Danlanal Batam Kolonel Laut Iwan Setiawan menyampaikan hal senada. Ia bahkan mengatakan penangakapan sabu satu ton ini merupakan prestasi besar. “Rekor, rekor. Jangan lupa datang besok ya…,” tuturnya.

Sementara itu Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Ricard Nainggolan juga membenarkan penemuan sabu satu ton di kapal Sunrise Glory. Namun ia enggan berkomentar banyak.

“Iya, tapi itu TNI AL yang akan sampaikan besok,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Patroli Gugus Keamanan Laut Armada Barat (Guskamlabar) KRI Sigurot 864 mengamankan kapal asal Taiwan, Sunrise Glory, di perbatasan Singapura-Indonesia pada Rabu (7/2) lalu. Kapal asing tersebut ditangkap karena menggunakan bendera Singapura saat memasuki laut Indonesia.

“Ini menyalahi aturan,” kata Komandan Guskamlabar Laksamana Pertama Bambang Irwanto saat ekspos di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kamis (8/2) siang.

Petugas juga curiga, sebab saat didekati kapal tersebut berusaha menghindar dan berusaha kabur. “Dari situlah, kami diamankan petugas karena gerak-geriknya mencurigakan,” ujarnya.

Setelah dihentikan dan diperiksa, ternyata seluruh dokumen yang dibawa palsu dan hanya berupa dokumen foto-kopian. Dokumen tersebut menyatakan bahwa kapal tersebut adalah kapal tangkap ikan.

Tak itu saja. Kepada tim Guskamlabar, keempat awak kapal yang kesemuanya orang Taiwan ini mengaku kapal tersebut merupakan kapal Indonesia. Setelah dicek, ternyata mereka memasang empat bendera yakni Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.

Hal tersebut dilakukan untuk mengelabuhi petugas patroli laut di beberapa negara nantinya. “Kapal multi flag atau beragam bendera itu sudah menyalahi hukum laut internasional atau disebut UNCLOS. itu sudah masuk kategori kejahatan transnasional,” terang jenderal bintang satu ini.

Saat diamankan, kondisi kapal memang lagi kosong, tidak ada ikan hasil tangkapan kapal. Hanya ada tumpukan peralatan pencari ikan seperti bola pelampung di jaring ikan. Selanjutnya keempat awak kapal beserta kapalnya diserahkan ke Lanal Batam. (gas/ska)