Iklan

batampos.co.id – 38 warga Perumahan Marina Grand Tanjunguncang yang terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) protes, lantaran dinyatakan pindah atau pulang kampung.

Iklan

Hal itu diketahui mereka saat mendatangi Bank BRI sebagai penyalur BPNT untuk mengambil uang berupa slip yang akan di tukar dengan sembako di Rumah Pangan Kita (RPK) yang ditunjuk oleh Kementerian sosial.

“Kami kaget, kok data kami sudah pindah. Padahal kami masih di Batam,” ujar Sri, warga perumahan Marina Grand Tanjunguncang, Kamis (8/2).

Hal tersebut membuat puluhan warga bingung, sebab sebelumnya mereka tidak pernah didatangi oleh petugas survei.

“Kami bingung, kok bisa seperti ini,” katanya.

Sri, mengatakan dirinya sudah terdaftar sebagai penerima bantuan raskin dari pemerintah sejak tahun 2009, dan datanya sudah beberapa kali diperbaharui atau diverifikasi,”Datanya pernah dirubah di tahun 2011 dan tahun 2015 lalu dan saya tetap terdaftar, karena kondisi ekonomi kami,” jelasnya.

Lantas karena mengalami hal itu, mereka pun beramai-ramai melaporkan ke perangkat Rw setempat. Ketua Rw 12 Perumahan Marina Grand Tanjunguncang, Leo mengaku sudah menanyakan hal tersebut kepada Ketua Tenaga Kesejesteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Batuaji. Namun, hingga kini belum ada jawaban. Demikian juga kepada Kelurahan Tanjunguncang.

“Jadi saya juga bingung memberikan jawaban kepada warga kenapa seperti ini,”kata Leo.

Sementara Lurah Tanjunguncang, Anwaruddin juga sempat kebingungan mengenai data 38 warga yang tiba-tiba dinyatakan pindah. Namun demikian, ia mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Batam.

“Nanti saya tanya juga kepada petugas survei. Mungkin mereka bisa mendata ulang,” tutupnya. (une)