Ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengelolaan dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam kembali menargetkan 100 pajak online tapping box di di sejumlah perusahaan swasta di Kota Batam. Pemasangan tapping box ini bertujuan untuk memantau pemasukan perusahaan secara rutin melalui sistem online.

Iklan

“Pemasangan akan dilakukan secara bertahap. Pemasangan kita utamakan di hotel, restoran, dan tempat hiburan termasuk juga pengelola parkir,” kata Ketua BP2RD Batam, Raja Azmansyah, Minggu (11/2/2018).

Di tahun 2017 lalu, BP2RD telah memasang 64 tapping box pada sejumlah wajib pajak. Pemasangan tapping box sendiri melibatkan kerjasama dengan pihak perbankan sebagai penyedia alat. Namun untuk tahun ini selain bekerjasama perbankan, penyediaan tapping box juga dianggarkan dari APBD.

“50 alatnya dianggarkan dari APBD,” terang Raja.

Sistem ini disebut mampu mengurangi perjumpaan antara manusia dan manusia. Setiap masyarakat yang membayar pajak akan terkoneksi dengan sistem yang ada di Pemko Batam. Ketika pembayaran sudah di enter di sistem maka otomatis pajak masuk ke kas daerah. Berapa pajak yang masuk akan terlihat langsung sehingga tak ada lagi lose potensi PAD.

Melalui sistem ini juga mampu meminimalisir pertemuan antara pemungut pajak dengan wajib pajak. Perangkat keras yang sudah siap pakai untuk merekam transaksi penjualan, mendokumentasikan laporan penjualan serta mengirimkan data tersebut ke BP2RD sehingga mempermudah proses pelaporan Pajak atas omset hasil usaha setiap bulannya.

Beberapa wajib pajak yang sudah memasang tapping box ialah, Restoran Ikan Bakar Cianjur, Zia Boutique Hotel,Parkir Adhil Sukses Pratama, Restoran Starbucks Mega Mall, Hotel Haris, Redlink Hotel, Warung Cobain, Parkir PT Sinergi Tharada, Restoran de Sampan dan D’Merlion Hotel. Begitu juga Daviena Spa, Restoran vegas, Celebrity Fitnes, Kalea Spa, Blitz Hotel, JCO Harbour, Warung Up Normal serta JCP City Walk.

“Untuk pemasangan 100 tapping box 2018 kami rencanakan awal Maret ini,” pungkas Raja. (rng)