batampos.co.id – Bank Riau Kepri (BRK) membukukan laba sekitar Rp 454,395 miliar pada tahun 2017 lalu. Bank daerah ini tumbuh sebesar Rp 4,3 triliun pada tahun 2017 dari 21,22 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp 25,492 triliun.

Dari laba itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menerima deviden sebesar Rp 9,8 miliar dari penyertaan modal sebesar Rp 38 miliar atau 3,60 persen.

Bupati Bintan Apri Sujadi menyampaikan beberapa catatan usulan kepada jajaran direksi Bank Riau Kepri agar memaksimalkan pelayanan kepada nasabah. Apalagi saat ini, BRK belum memberikan data real time terhadap pelaporan dalam pelayanan pajak daerah.

Selain itu, pelayanan pemindah bukuan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) pemerintah daerah dirasa belum maksimal karena masih terpusat di kantor cabang Tanjungpinang. BRK belum bisa melakukan SP2D di kantor cabang pembantu atau payment point.

“Kita ketahui bahwa Kantor Cabang Tanjungpinang sendiri harus melayani tiga pemerintahan sekaligus, mulai dari Pemerintah Kota Tanjungpinang, Pemerintah Provinsi Kepri, hingga Pemerintah Kabupaten Bintan,” sebutnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi kerja keras jajaran Bank Riau Kepri atas peningkatan laba di tahu lalu tersebut. Terlebih, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III di Provinsi Riau sebesar 2,85 persen dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri 2,41 persen. “Saya apresiasi kinerja jajaran Bank Riau Kepri karena pencapaiannya di tahun 2017 lebih baik dari tahun 2016,” tukasnya. (met)

Respon Anda?

komentar