Iklan
Rosmawati ketika memberikan edukasi pemanfaatan sampah di Ponpes Ar Raudhah. F. Dok Dinas Kebersihan, Perumahan dan Pemukiman Pemkab Karimun untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Dinas Kebersihan, Perumahan dan Permukiman Karimun Rosmawati, Sabtu (10/2) lalu memberikan edukasi kepada para santri dan santriwati pondok pesantren Ar Raudhah kecamatan Tebing tentang pemanfaatan pengolahan sampah yang berada dilingkungan pesantren. Supaya para santri dan santriwati bisa memilah-milah sampah yang ada di lingkungan tersebut agar dapat bermanfaat dan bisa menghasilkan barang berharga.

“Di sini kita memberikan edukasi bagaimana caranya mengelola sampah yang ada. Kalau dilihat, potensi sampah di pondok pesantren tersebut cukup banyak sekolah. Tinggal, bagaimana para santri dan santriwati memanfaatkan sampah tersebut agar dapat jadi barang dengan nilai seni yang cukup tinggi,” kata Rosmawati, kemarin (11/2).

Dijelaskan, pihaknya hanya memberikan penjelasan terhadap kelima tong sampah tersebut yang perlu diketahui oleh para santri dan santriwati. Sebab, masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap arti dari lima tong sampah dengan berbagai warna. Yang pertama warna Hijau untuk sampah organik yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk kompos. Kemudian, warna Kuning sampah non organik untuk bekas minuman yang berbahan plastik maupun kemasan dari plastik.

Warna Merah yang bertuliskan B3 (bahan yang berbahaya dan beracun) seperti sampah kaca, gelas kaca, bekas detergen, obat nyamuk. Selanjutnya, warna Biru yang rata-rata dipergunakan diperkantoran maupun sekolah dan pesantren untuk membuang kertas bekas. Dan terakhir warna Abu-abu residu yang artinya tempat sampah ini hanya boleh diisi sampah-sampah selain 4 jenis atau ampas.

“Dengan diberikan edukasi jenis tong sampah. Diharapkan, anak-anak tersebut bisa berkreatif untuk memanfaatkan sampah. Supaya ramah lingkungan dan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah,” ujarnya.

Sementara itu pengurus pondok pesantren Ar Raudhah Wahyu Amirullah menyambut baik atas edukasi yang disampaikan oleh Dinas Kebersiha, Perumahan dan Permukiman Karimun sehingga para santri dan santriwati bisa menambah wawasan tentang pengelolaan sampah dilingkungan pesantren.

“Walaupun sudah tau. Tapi, apasalahnya untuk diulang lagi bagaimana pengelolaan sampah. Terutama, sampah organik dan non organik yang banyak ditemukan disini. Jadi, kita berikan kebebasan kepada para santri dan santriwati untuk berkreasi pemanfaatkan sampah itu,” ujarnya. (tri)