Wati ketika dibersihkan lukanya yang berlubang akibat infeksi di Puskesmas Mentigi, Tanjunguban, Minggu (11/2). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepri Tanjunguban kembali dikeluhkan. Pasien bernama Wati,30, mengeluhkan sakit di dinding perut akibat infeksi usai menjalani operasi melahirkan di rumah sakit plat merah itu. Akibatnya, dinding perut wati berlubang sekitar tiga centimeter.

Iklan

Suami pasien, Toni menuturkan jika kejadian itu bermula ketika istrinya melahirkan melalui proses sesar pada tanggal 30 Januari lalu . Usai melahirkan, istrinya dirawat inap selama tiga hari. Selama dirawat, pihak rumah sakit tidak sekalipun memeriksa luka bekas operasi. “Apalagi menganti perban, tidak ada hingga kami pulang tangal 1 Februari. Kami hanya diminta kontrol pasca operasi pada tanggal 8 Februari,” katanya ditemui di Puskesmas Mentigi Tanjunguban, Minggu (11/2).

Namun, sebelum tanggal 8 Februari, istrinya sudah mengeluh sakit di bagian perut. Saat dilihat, ternyata di dinding perut istrinya sudah basah dan menimbulkan bau dan berlubang. Saat itu, ia kemudian membawa istrinya ke Puskesmas Mentigi, Tanjunguban. “Karena yang operasi pihak rumah sakit, jadi kami dianjurkan ke rumah sakit,” katanya.

Setibanya di rumah sakit, isterinya diminta dirawat inap agar pada hari berikutnya bisa ditangani.”Namun saya sudah kecewa sekali dengan pelayanan rumah sakit, jadi saya tak mau istri saya dirawat di rumah sakit itu lagi. Saya memilih lukanya dibersihkan saja di puskesmas, saya berencana membawanya ke┬árumah sakit di Tanjungpinang,” kesalnya.

Pada kesempatkan itu ia juga mengeluhkan banyaknya nyamuk di rumah sakit tersebut. Setelah sang buah hatinya lahir, ia pernah melaporkannya kepada perawat. Tapi, perawat yang berjaga malah memberikan obat pengusir nyamuk. “Saya mau dikasih baygon untuk mengusir nyamuk. Coba bayangkan, di situ ada bayi malah mau disemprotkan baygon,” katanya kesal.

Humas RSUD Kepri Tanjunguban, Iranti mengakui jika pelayanan di rumah sakitnya bekerja masih kurang.┬áNamun, untuk masalah ini, pihaknya menawarkan agar pasien dirawat inap kembali. “Jika tak mau dirawat inap, kami sudah menawarkan setiap hari dibersihkan di perutnya tanpa harus bayar lagi atau antre. Datang saja ke rumah sakit, kami akan langsung melayani,” jelasnya.

Soal tidak digantinya perban, menurut Iriant, karena pascaoperasi pihak rumah sakit melihat lukanya kering sehingga tidak perlu diganti. “Rencananya akan dibersihkan saat kontrol pada tanggal 8 Februari mendatang. Saya pikir tidak apa-apa, asalkan tidak mandi atau lukanya tidak basah, dan lukanya yang berlubang bisa tertutup kembali. Rutin saja mengonsumsi obat dan rajin dibersihkan, lambat laun akan tertutup kembali selnya,” tukasnya. (met)