batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mengajukan 622 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke Kementerian Dalam Negeri. Alokasi sebanyak ini akan difungsikan di tiga bidang yang sejauh ini dirasakan masih kekurangan tenaga kerja dan seiring peningkatan kualitas pelayanan dan pelaksanaan kerja pemerintahan.

“Tiga bidang itu kesehatan, pendidikan, dan umum,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono mengatakan, Minggu (11/2)

Dari tiga bidang itu, Riono menjelaskan, bisa saja ada peluang bagi lulusan SMA memperebutkan tiket sebagai PNS di Pemko Tanjungpinang. Hal ini tidak terlepas dari bidang umum yang, kata Riono, juga membutuhkan banyak tenaga kerja. “Ya saya rasa ada alokasi buat lulusan SMA di bidang umum,” ujarnya.

Selain itu, alokasi di bidang pendidikan juga tidak kalah menyita fokus Pemko Tanjungpinang. Riono menyebutkan, sejak tiga tahun terakhir sudah semakin banyak guru yang memasuki masa pensiun. Untuk itu, agar pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu, perlu dibuka alokasi CPNS untuk posisi guru.

“Kalau tidak diantisipasi dari sekarang, bisa terjadi kekosongan guru, itu yang kami coba hindari,” kata Riono.

Hanya saja, keputusan penerimaan CPNS untuk Pemko Tanjungpinang ada di tangan Kemendagri. Riono sendiri belum dapat memastikan restu Kemendagri mengenai pengajuan ini. Namun, ia optimistis entah tahun ini atau tahun depan, persetujuan Kemendagri untuk penerimaan CPNS ini akan diterbitkan.

“Ya wajar kalau kami perlu 622 pegawai baru. Karena terakhir kali membuka penerimaan CPNS sudah empat tahun lalu,” pungkas Riono. (aya)

Respon Anda?

komentar