Warga menyaksikan kebakaran di lahan seluas 4 hektare di Kecamatan Meral, Minggu (11/2). F Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Karimun mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan ketika akan membuka lahan yang sedang ditumbuhi banyak ilalang. Karena, hal ini dapat menimbulkan kebakaran yang meluas. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

”Saya sudah mendapatkan laporan dari Kasat Pol PP bahwa sejak Sabtu (10/2) dan Ahad (11/2) telah terjadi beberapa kali kebakaran. Dan, yang paling parah kebakaran lahan hutan tidak jauh dari Puskesmas Meral pada Ahad (11/2) malam. Karena, pemadamannya membutuhkan waktu berjam-jam. Apalagi, situasi saat ini sedang panas dan angin kencang, sehingga api dengan cepat mudah menjalar,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Senin (12/2).

Untuk itu, kata Bupati, dia mengingatkan dan menghimbau kepada seluruh masyarakat jika memang akan membuka lahan, maka caranya tidak dibakar. Memang, tidak ada tempat tinggal warga yang menjadi korban, namun jika tidak dipadamkan, maka tidak menutup kemungkinan kebakaran akan meluas. Untuk itu, tadi (kemarin, red) dia sudah menginstruksikan seluruh camat agar melakukan rapat koordinasi denghan setiap lurah dan kepala desa di masing-masing wilayah kerja untuk membahas dan mengantisipasi kebakaran lahan.

Kepala Satpol PP TA Rahman secara terpisah menyebutkan, sejak dua hari lalu ada 10 kali laporan masyarakat tentang kebakaran lahan dan hutan. ”Dan memang yang paling parah itu di belakang Puskesmas Meral. Karena, kebakaran pukul 20,30 WIB dan kemudian pukul 22 WIB api berhasil dipadamkan. Namun, tidak lama kemudian ada lagi yang menghubungi pemadam kebakaran bahwa apinya hidup kembali. Sehingga, mobil kembali bergerak ke lokasi kebakran dan api baru bisa dipadamkan pukul 23.30 WIB,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Sambung TA Rahman, pukul 03.30 WIB dini hari tadi (kemarin, red) pihaknya kembali mendapatkan laporan bahwa telah terjadi kebakaran lahan di Sungai Raya atau tidak jauh dari Komplek Perumahan Taman Mutiara Karimun, Kecamatan Meral. Dan, yang terbakar juga lahan. Pemadaman di lokasi tersbeut baru selesai pukul 05.00 WIB.

”Saat ini, permasalahanya bukan petugas di lapangan. Tapi, bahan bakar solar untuk mobil pemadam kebakaran sulit didapat. Hal ini disebabkan di SPBU Poros sedang putus. Beruntung tadi pagi bisa dapat membeli di SPBU Sungai Raya 120 liter. Tapi, apakah mencukupi untukm operasional dua unit mobil pemadam kebakaran atau tidak belum bisa dipastikan. Jika kondisi kebakaran dalam satu hari berada di tuiga atau empat lokasi yang jaraknya cukup jauh dari kantor kita,” jelasnya.

Kapolsek Meral, AKP Syaiful Badawi membenarkan bahwa pada Ahad malam telah terjadi kebakaran besar di lahan berukuran sekitar 4 hektar. ”Dugaan sementara penyebabnya karena adanya oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Meski demikian, kita tetap akan melakukan penyelidikan. Apakah benar-benar ada yang membuang puntung rokok atau sengaja dibakar,” paparnya. (san)

Advertisement
loading...