Pasangan Syahrul-Rahma serta Lis Darmansyah-Maya Suryanti usai ditetapkan sebagai pasangan calon (paslon) sebagai peserta Pilkada di Kantor KPU Tanjungpinang, Senin (12/2). Sementara Duo Edi dianggap gugur. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tanjungpinang mengumumkan dan menetapkan pasangan Syahrul-Rahma dan Lis-Maya sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Senin (12/1). Sedangkan pasangan Duo Edi gugur, akibat kurangnya persyaratan hingga batas waktu yang ditetapkan.

Penetapan kedua pasangan ini juga dihadiri oleh pasangan bakal calon, Duo Edi. Meski dalam penetapan kemarin, nama dari pasangan perseorangan ini tidak ikut disebutkan. Edi Syafrani mengaku tetap optimis dapat mengikuti pemilihan Wali Kota dan Wakil. “Kan masih ada upaya yang bisa dilakukan. Dan proses di PTUN pun masih berlangsung. Insya Allah kami bisa tetap maju,” tutur Edi lagi.

Terpisah, kedua pasangan yang telah ditetapkan pada pemilihan kemarin mengaku lega karena telah dipastikan dapat ikut dalam pemilihan kepala daerah tahun ini. Pasangan Lis-Maya dan Syahrul-Rahma keluar dari kantor KPUD Tanjungpinang dengan senyuman sumringah menyambut para pendukungnya yang menanti di halaman kantor KPU.

Para pendukung sontak riuh menyambut para kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang ini. Syahrul saat ditemui usai penetapan kemarin pun menuturkan, telah siap melanjutkan proses menuju kursi nomor satu di Tanjungpinang ini. “Kalau Allah sudah berkehendak. Insya Allah kita sudah sampai sejauh ini,” ujar pria yang kini akrab disapa Ayah Syahrul ini.

Terpisah, Lis mengaku akan menjaga konsistensi dan komitmen. Tidak menjadikan arena Pilkada sebagai ajang saling fitnah selama proses menuju hari pemilihan berlangsung. “Semua pasangan pasti punya kekurangan. Dan ini yang biasanya bisa diobok-obok. Harus ada komitmen membangun Pilkada damai, penuh rasa kekeluargaan. Ini komitmen kami,” ujar Lis kemudian.

Sementara itu, Kordiv Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslu Tanjungpinang, Muhammad Zaini, memastikan proses pengumuman dan penetapan kemarin telah mengikuti aturan yang berlaku. “Semua proses tadi berjalan sesuai sebagaimana mestinya. Dan setelah penetapan ini, tentu kami akan mempererat pengawasan. Termasuk pula kemungkinan terjadinya politik uang,” papar Zaini usai penetapan kemarin. (aya)

 

Respon Anda?

komentar