batampos.co.id – Pada tahun ini Pemerintah Provinsi Kepri melakukan pengaspalan jalan kewenangan mereka di Lintas Timur Pulau Lingga, Kabupaten Lingga, hanya sepanjang 1 kilometer saja. Tentunya kegiatan ini berdampak pada pembangunan di Kabupaten Lingga semakin lambat.

Iklan

Pasalnya, sepanjang 11 kilometer jalan di Lintas Timur, Pulau Lingga itu keseluruhan dalam kondisi buruk. Terlebih, Provinsi berjanji akan melakukan pengaspalan hingga dua Kilometer.

“Tahun ini cuma mendapat pengaspalan 1 kilo meter menuju desa langkap. Sebelumnya mereka (Pemrov, red) mengatakan akan melakukan pengaspalan sepanjang dua Kilometer,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Kabupaten Lingga, Said Nursyahdu, Senin (12/2) pagi.

Said juga memperkirakan jika pengerjaan seperti tahun ini terus menerus, tentunya akan berakibat pada pembangunan Kabupaten Lingga yang semakin melambat. Jalan yang menjadi kewenangan provinsi sepanjang 11 Kilometer di lintas Timur Pulau Lingga akan mengalami keterlambatan pemerataan pembangunan.

Bukan tanpa alasan, Said mengajukan pengaspalan di kawasan tersebut, karena dinas uang dipimpinnya telah melakukan bahkan menyelesaikan Detaile Engineering Design (DED). Namun tetap saja Pemrov membangunan hanya 1 Kilometer.

Terlebih, Said menjelaskan, Lintas Timur Pulau Lingga adalah sebagai kawasan yang ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pertanian (KSP) Provinsi. Bahkan di daerah lain tidak ada kawasan yang termasuk dalam zona KSP.

“Daerah itu merupakan Kawasan Strategis Pertanian Provinsi ada di RPJMD. Hanya satu daerah saja di Lingga. Tapi menyelesaikan jalan belasan Km itu saja bertahun-tahun,” ujar dia.

Lebih jauh Said mengatakan, terkait syarat untuk pengaspalan jalan telah dikeluarkan di Desa Keton, surat tanah semuanya lengkap. Namun pembangunan jalan tidak kunjung berjalan mulus.

Dia juga mengatakan jika dalam satu tahun Pemerintah provinsi hanya membangun satu kilometer, tentunya jalan sepanjang 11 Kilometer tersebut akan rampung sebelah tahun mendatang. (wsa)