foto: agus bagjana / pfi kepri

batampos.co.id – Panitia Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2018 yang akan berlangsung di Batam, Kepri pada 28 April hingga 6 Mei mendatang mengajak seluruh warga Kepri meramaikan ajang ini.

Ada dua kategori yang bisa diikuti oleh warga Kepri yakni multimedia dan citizen jurnalist.

Hal ini diungkapkan oleh Tommy Purniawan, Ketua PFI Kepri; Immanuel Sebayang, Ketua APFI dan M Noor Kanwa, panitia dalam dialog dengan RRI Batam Selasa (13/2/2018) pagi.

Karya foto tidak harus diterbitkan di media massa. Asal foto tersebut diambil sepanjang tahun 2017.

“Tentu boleh saja diikutkan bila telah terbit di media massa,” ujar Immanuel.

Noel, demikian ia kerap disapa, menambahkan persaingan akan ketat untk kategori foto dengan isu politik.

“Isu lingkungan hidup juga menarik,” imbuhnya.

Tommy secara khusus mengajak pecinta foro di Kepri untuk bergabung.

Kenapa?

“Ini kesempatan emas, masa iya acara di Kepri tapi warga Kepri tak memanfaatkan,” ujarnya. Acara serupa belum tentu dilaksanakan lagi di kepri 10 tahun mendatang.

Tommy menjamin anugerah ini akan berlangsing secara adil. Ada 10 juri yang semua memiliki kapabilitas dan idelisme untuk menilai semua karya yang masuk.

Untuk ikutan silakan klik di sini.

Kanwa, mengingatkan, akan ada juara untuk kategori Photo of the Year.

“Siapa tahu anugerah itu untuk foto karya warga Kepri.”

Malam Anugrah pada 28 April digelar Astaka Dataran Engku Putri, Batamcenter. Selama acara berlangsung, akan ada pameran yang memamerkan ratusan foto terbaik pewarta dan 100 multimedia, serta diskusi.

“Kegiatan APFI 2018 ini berkonsep Melayu, setiap tamu di Malam Anugrah akan diperkenankan memakai tanjak. Kami juga memakai logo gongong sebagai cara PFI untuk mengangkat kearifan lokal,” pungkas Noel. (ptt)

Respon Anda?

komentar