Masyarakat melintas di depan komplek pertokoan di Komplek Bumi Indah. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Rencana membuat atap di Nagoya tepatnya di Komplek Bumi Indah dipastikan batal dikerjakan tahun 2018 ini. Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menunda rencana tersebut hingga 2019, mendatang.

Iklan

“Kami hold untuk tahun ini. Rencana itu tetap jadi, cuma masalah waktu saja. Hold tahun ini, sudah pasti prioritas tahun 2019 nanti,” kata Kepala Dinas Cipta Karya Suhar di Kantor Wali Kota Batam, Senin (12/2) siang.

Suhar menyampaikan, sejatinya tahun ini rencana tersebut sudah dianggarkan senilai Rp 3 miliar. Nilai tersebut tak cukup untuk melakukan penataan secara utuh. Penataan utuh diperkirakan akan menyerap anggaran sebesar Rp 12 miliar.

“Maka dari itu di-hold dulu, daripada nanggung. Kami mau pengerjaannya tuntas,” imbuhnya.

Untuk itu, daripada mengerjakan sesuatu yang tanggung, Suhar mengatakan anggaran Rp 3 miliar itu akan dialihkan pada kegiatan-kegiatan lain, seperti biaya konsultasi penataan Masjid Raya Batam dan Masjid Baiturahman Sekupang.

“Diantaranya dana itu untuk biaya konsultansi penataan dua masjid ini, ada hal lain juga,” kata dia.

Sementara itu, khusus rencana serupa di komplek Jodoh Boulevard, Suhar juga belum bisa berkomentar banyak, ia mengaku akan menunggu keputusan dari Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Rencananya pasca pembersihan dulu, di lokasi tersebut selain diberi atap, banguna sekitar lokasi juga akan dipermudah izinnya jika akan menambah bangunan.

“Targetnnya memang pembersihan dulu kan, kami tunggu arahan dulu yang ini,” ujar Suhar.

Sinyal penundaan penataan Kawasan Bumi Indah sebelumnya sudah disampaikan, Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Ia menyampaikan pihaknya akan fokus dulu pada beberapa kegiatan yang prioritas.

“Belum dulu (pengatapan Bumi Indah), kami arahanya ke hal lain seperti jalan dululah, masjid juga sedang mau kita revitalisasi,” kata Rudi belum lama ini.

Untuk diketahui, pengatapan Bumi Indah direncanakan sejak 2017 lalu. Pusat bisnis tersebut rencanannya akan ditata seperti pusat pembelanjaan di negara-negara maju. Pemko Batam berencana akan memberi atap, dengan demikian area tersebut khusus untuk berjalan atau dibebaskan dari kendaraan. Dalam penataannya lokasi tersebut juga disisipkan ornamen melayu. (adi)