Warga di pelabuhan pelantar, akses masuk ke pemukiman suku asli Waseng, Kelurahan Tanjung Berlian Kecamatan Kundur Utara, kemarin. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) warga suku asli Waseng, Kelurahan Tanjungberlian, Kecamatan Kundur Utara, hingga kini belum mendapatkan penerangan listrik. Selama ini pemukiman suku asli Waseng mengandalkan penerangan dari mesin diesel milik pribadi.

Iklan

Dahlan, suku asli Waseng mengaku warganya sangat mengharapkan penerangan listrik dari PLN. Selama ini, memanfaatkan mesin diesel untuk penerangan sehari-hari. Selain itu akses jalan menuju kampung asli juga perlu mendapat perhatian. Pemukiman warga Waseng bergabung dengan RT 10 Kampung Jawa, Kelurahan Tanjungberlian.

“Kepinginnya ada penerangan listrik dari PLN seperti yang dirasakan warga masyarakat lainya. Mudah-mudahan ke depanya ada perhatian terhadap masyarakat suku asli Waseng,” harap Dahlan, Senin (12/2) kemarin.

Selain belum adanya penerangan listrik, akses jalan menuju pemukiman suku asli Waseng merupakan jalan tanah merah. Warga sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk mempermudah akses jalan juga penerangan listrik. (ims)