batampos.co.id – Hingga Februari 2018, baru 79 paket proyek dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah siap dilelang. Hal ini berdasarkan data yang sudah diusulkan ke bagian Adpem dan Layanan Barjas Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas.

Iklan

Untuk paket proyek jasa kontruksi sebanyak 36 paket, konsultasi 40 paket, pengadaan 2 paket dan jasa lainnya 1 paket. Dari 79 paket tersebut sudah diterbitkan Surat Perintah Tugas (SPT) pelelangan sebanyak 29 paket. Sementara itu 50 paket lainnya belum diterbitkan SPT.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Tety Arnita, mengatakan nilai keseluruhan paket proyek sebesar Rp133 Miliar. Dinas Perkerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) menjadi OPD yang paling banyak memasok paket untuk dilelang, menyusul Dinas Perhubungan Lingkungan Hidup serta Diskominfo.

“Sampai saat ini paket dengan nilai besar yang sudah di lelang adalah Jalan Piabung-Muntai Kecamatan Palmatak sebesar Rp 19 miliar dan Rewak-Kusik Kecamatan Jemaja Rp 18 miliar, renovasi masjid Jam’k Baiturrahim Tarempa juga sudah dilelang,” jelasnya.

Pihaknya tidak ingin ada keterlambatan dalam proses pelelangan, namun upaya pemerintah daerah terkendala lantaran ada masalah teknis yang terjadi di LKPP. Bahkan dua hari terakhir tidak aktif. Untuk Mengantisipasi, pihaknya terus berkoordinasi dengan LKPP. “Dikita sendiri tidak ada masalah bail server maupun bandwidth,” bebernya.

Tety mangaku sangat bersyukur dan terbantu dengan gerak cepat OPD dalam mengusulkan pelelangan di awal tahun, karena apabila terjadi seperti 2017 silam pelelangan dimulai Maret maka akan terjadi persoalan baru. “Kalau saat ini pas ada kendala seperti ini kita langsung sigap selain koordinasi melalui sambungan telpon, juga telah mengirim orang ke LKPP,” urainya.

Disinggung berapa jumlah proyek strategis yang akan didampingi Tim TP4D Kejaksaan yang telah diusulkan untuk dilelang, Tety mengungkapkan, hingga saat ini baru DPUPR yang diketahui total proyek yang pendampingan yakni 20 paket proyek. “Baru PU yang kita ketahui sisanya masih menunggu karena baru 50 persen total paket yang masuk dan kita masih menunggu rekapannya,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, selain proyek besar, masih ada proyek kecil yang nilainya dibawah Rp 200 juta yang tidak melalui proses lelang. “Data Sistem Rencana Umum Pengadaan (Sirup) tak dapat diakses karena masalah teknis. Kalau sudah bisa diakses maka seluruh paket baik besar maupun yang kecil, semua bisa kelihatan,” ungkapnya lagi. (sya)