Iklan
Sejumlah pedagang melakukan transaksi ekonomi setiap pagi hari di Pasar Tos 3000 Jodoh yang menjadi pusat penjualan sayuran dan bahan pokok di Batam, Lubukbaja.
Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi Pasar di Kawasan Jodoh semrawut dengan semakin banyaknya pedagang kaki lima. Bahkan, para pedagang kaki lima tak pernah takut untuk berjualan di badan jalan yang seharusnya jadi jalur kendaraan bermotor.

Iklan

Kondisi seperti ini dapat terlihat setiap hari di kawasan Pasar Tos 3000, Jodoh. Ratusan pedagang kaki lima yang rata-rata berjualan sayur mayur nampak memenuhi badan jalan. Tak hanya pedagang sayur bayur, situasi jalanan semakin diperparah dengan puluhan lapak pedagang pakaian bekas. Dimana lapak pakaian bekas hanya menyisakan sekitar 1 meter jalan kosong ditengah. Namun jalur kosong tersebut tetap sulit dilalui kendaraan karena banyaknya pejalan kaki yang tengah berbelanja.

Asmiati, warga Baloi mengungkapkan kekesalannya karena harus butuh waktu lebih lama ketika melintasi jalur tersebut. Menurutnya, ia tak sengaja melewati jalur tersebut karena harus mengambil barang belanjaan di dekat kawasan Avava.

“Belanjaan itu cukup berat makanya mau ambil pake motor. Tapi bukannya lebih mudah, saya harus tertahan cukup lama karena tak ada jalan buat motor. Banyak kali pedagang kaki lima berjualan di jalan,” terang wanita berusia 25 tahun ini, kemarin.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam, Zarefriadi tak membantah kesemrawutan lokasi pasar Jodoh. Hal itu dikarenakan belum adanya tempat untuk mengalokasi para pedagang tersebut.

“Mau dipindah kemana mereka, tempat alokasinya belum ada,” terang Zaref.

Menurut dia, salah satu jalan untuk mengatasi kesemrawutan adalah pembangunan Pasar Induk Jodoh. Namun sayang hal itu tak kunjung terlaksana karena status lahan dan bangunan Pasar Induk Jodoh masih berada di pemerintah pusat.

“Tak mungkin kami alokasikan dengan kondisi yang sekarang. Kalau misalnya status sudah jelas, pembangunan Pasar Induk bisa segera dilaksanakan,” jelas Zaref.

Meski status lahan Pasar Induk Jodoh belum jelas, pihaknya mengaku telah mendesain bentuk kasar bangunan tersebut. Dimana rencananya Pasar Induk itu akan dibangun empat sampai lima lantai. Bangunan itu nantinya juga akan dilengkapi lift.

“Bangunan dan kondisi dalam bangunan mengikuti perkembangan zaman. Tak mungkin lima lantai tak pakai lift,” imbuh Zaref.(she)